Buseronlinenews

Mencari Sosok Figur Dan Calon Pemimpin Yang Berani Tegas Dan Merakyat Itu Susah

Buseronlinenews.com – “Memang Susah Mencari Figur Atau Pemimpin Yang Merakyat, Disamping Orangnya Tegas Berani Mengambil Risiko, Cepat Dalam Mengambil Keputusan, Serta Mau Melindungi Rakyatnya,”Ujar PK Golkar Putri Hijau Sumardi.S,IP Mantan Kades Desa Air Petai 2 Priode Ini.

Sumardi Mengatakan, Contoh Sederhana Saja Terkait Munculnya Sejumlah Nama Yang Mencalonkan Diri Sebagai Presiden Melalui Pilpres 2014 Kala itu.

Menurut Sumardi, Setiap Orang Sebagai Warga Negara Sah Sah Saja Mencalonkan Diri Menjadi Presiden.

Akan Tetapi, Lanjut Mardi, Setiap Orang Yang Mencalonkan Diri Harus Melihat Kemampuan, Tidak Sekadar Popularitas Seperti Sebagai Tokoh Masyarakat Dan Seniman.

“Sering Kali Ada Kesan Orang itu Terjebak Dalam Popularitas Sebagai Seniman Atau Artis. Kalau Kita Menelusuri ‘Track Recordnya’ (Rekam Jejaknya Red), Saya Tidak Pernah Dengar Orang Orang itu Punya ‘Track Record’ Yang Berkaitan Dengan Kemampuan Manajerial Maupun ‘Leadership’ Dalam Suatu Organisasi, Apalagi Suatu Negara. Saya Melihatnya Seperti Latah,”Kata Mantan Kadesa 2 Priode ini.

Mardi Mencontohkan Sejumlah Artis Yang Terjun Ke Kancah Pemilihan Kepala Daerah (pemilu kada) Sering Kali Dilihat Sebagai Sesuatu Yang Glamor.

Hal itu Disebabkan Sosok Yang Merupakan Seorang Artis Memiliki Konstituen Berupa Penggemar Penggemarnya, Sehingga Yang Mendukung Akan Terkesima.

“Tetapi Kita Tidak Tahu Persis Kompetensi Dan Kredibilitas Yang Bersangkutan. Jadi Harus Dilihat ‘Track Record, Juga Latar Belakangnya Dia Dulu,”Kata Sumardi.

Mencari Pemimpin Bangsa Yang Besar idak Sekadar Mencari Orang Yang Populer, Akan Tetapi Juga Harus Ada Penilaian-Penilaian Lain.

Menurut Sumardi, Jika Orang itu Merupakan Seorang Akademisi, Dia Harus Mempunyai Prestasi Yang Bagus Dalam Memimpin Perguruan Tinggi Serta Memiliki Kemampuan-Kemampuan Yang Bagus Dalam Memajukan institusi Sehingga Berdampak Pada Kesejahteraan Masyarakat.

Jika orang itu Berlatar Belakang Militer, Dia Harus Memiliki Karier Yang Bagus, Dekat Dengan Masyarakat, Dan Punya Kepedulian Yang Tinggi.

“Kemudian Kalau Dia Seorang Politisi, Karier Politiknya Juga Harus Jelas, Bukan Orang Yang “Kutu Loncat”. Punya integritas Yang Tinggi,”Katanya Sumardi.

Sumardi Mengaku Melihat Fenomena Menarik Dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta Yang Memunculkan Figur Joko Widodo (Jokowi).

Sebelum Mencalonkan Diri Sebagai Gubernur Dalam Pilgub DKI Jakarta Ketika Itu, Kata Mardi, Jokowi Memiliki Rekam Jejak Yang Luar Biasa Walaupun Hanya Sebagai Wali Kota Solo.

“Itu Sudah Menjadi Suatu Modal. Ironisnya Dia Bisa Seperti Mengais, Menghipnotis Rakyat, Dan Ternyata Terbukti. Kita Susah Mencari Figur Seperti itu,”Kata Mardi Lagi.

Di Bagian Lain, Dia Mengaku Khawatir Dengan Adanya Popularitas Yang Dikondisikan Agar Masyarakat Berempati Terhadap Sosok Tersebut, Sehingga Bukan Merupakan Empati Murni.

Ia mengatakan Indonesia saat ini sedang dihadapkan pada berbagai persoalan sehingga butuh sosok pemimpin tegas, cepat dalam mengambil keputusan, dan merakyat.

“Kadang Kadang Muncul Sosok Pemimpin Yang Tidak Pernah Kita Duga, Seperti Jokowi Kala Itu Yang Muncul Dari Wali Kota, Bukan Orang Orang Yang Berbintang Empat. Yang Kita Butuhkan Saat ini Pemimpin Yang Merakyat Dan Betul-Betul Bisa Memerhatikan Kebutuhan Saat ini,”Kata Sumardi Mengakhiri.”

Seraya Menambahkan, “Nah, Bagaimana Untuk Pemimpin Kita Kedepan Gubernur Dan Bupati..? Saya Hanya Beri Masukan, Namun Masyarakatlah Yang Menyimpul Dan Memutuskan.

(ThomasBuser.Bkl)