BuseronlineNews.com | Blora – Pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) mendorong pemerintah daerah mencari sumber pendapatan alternatif untuk menopang pembangunan. Salah satunya melalui optimalisasi Participating Interest (PI) 10 persen di sektor minyak dan gas bumi (migas).
Pemerintah Kabupaten Gresik Jawa Timur melakukan studi tiru ke Kabupaten Blora Jawa Tengah untuk mempelajari mekanisme pengajuan dan pengelolaan PI. Pertemuan berlangsung di Ruang Pertemuan Sekretariat Daerah Kabupaten Blora, Senin (26/10/2026), dipimpin Wakil Bupati Gresik dr. H. Asluchul Alif dan diterima Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini.
Wabup Asluchul mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan menggali pengalaman Blora, mulai dari mekanisme pengajuan, perhitungan manfaat, hingga strategi mengoptimalkan kontribusi PI terhadap pendapatan daerah. Pengalaman itu diharapkan menjadi referensi bagi Gresik dalam menyusun peta jalan pengajuan PI.
Menurutnya, pemangkasan TKD menambah tantangan pembiayaan pembangunan sehingga daerah perlu menggali potensi ekonomi secara terukur dan memperkuat kerja sama.
Budhe Rini meminta PT Blora Patragas Hulu (BPH) berbagi pengalaman secara terbuka agar Pemkab Gresik dapat memahami tahapan pengajuan PI. Ia menegaskan, pengelolaan PI harus didukung tata kelola profesional, transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan perundang-undangan.
Direktur PT BPH Muhammad Khamdun memaparkan pengalaman Blora dalam pengelolaan PI 10 persen di Blok Cepu. Kerja sama tersebut melibatkan empat BUMD, yakni PT Sarana Patra Hulu Cepu (SPHC) milik Pemprov Jawa Tengah, PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) milik Pemkab Bojonegoro, PT Blora Patragas Hulu (BPH) milik Pemkab Blora, serta PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) milik Pemprov Jawa Timur.
Keempat BUMD menandatangani perjanjian kerja sama pada 2006, termasuk pembentukan Badan Kerja Sama (BKS) untuk menjalankan tugas terkait pengelolaan PI.
Pengalaman Blora tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi Gresik, terutama terkait koordinasi antardaerah, kelembagaan, dan mekanisme kerja sama antar badan usaha.
Pemkab Blora berharap studi tiru ini memperkuat hubungan kedua daerah sekaligus membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan. Bagi Gresik, pengalaman tersebut diharapkan menjadi pijakan menyusun langkah pengajuan PI secara lebih terarah.( Harti ).







