Buseronlinenews

Langkah Cepat Tuntaskan APBD-P 2026, Bupati Sam’ani Intakoris Minta OPD Atasi Kemarau Hingga Penataan PKL Simpang Tujuh

BuseronlineNews.com | KUDUS, Rapat Pimpinan (Rapim) jajaran Pemerintah Kabupaten Kudus kembali digelar di Pendapa Belakang pada Kamis (22/10/2026). Pertemuan penting ini dipimpin langsung oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, guna membahas berbagai aspek strategis penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Fokus utama pembahasan dalam rapat tersebut berpusat pada optimalisasi pelaksanaan program setelah disahkannya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026. Momentum ini dinilai sangat vital mengingat masa penutupan Tahun Anggaran 2026 yang sudah semakin dekat.

Dalam pengarahannya, Bupati Sam’ani mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergerak lebih cepat dan responsif. Pengawasan serta realisasi anggaran harus dipastikan berjalan optimal agar seluruh target pembangunan daerah dapat tercapai sesuai schedule yang ditentukan.

Bupati menegaskan bahwa sisa waktu di akhir tahun anggaran ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh tiap instansi. Evaluasi kineja pelayanan publik dan progres fisik proyek pembangunan menjadi tolok ukur utama keberhasilan OPD di sisa periode ini.

Selain akselerasi anggaran, sejumlah isu sosial-ekonomi mendesak turut disorot tajam dalam Rapim tersebut. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah pemutakhiran data kemiskinan berbasis desil agar intervensi bantuan sosial pemerintah tepat sasaran.

Kondisi cuaca ekstrem akibat kemarau panjang yang masih melanda wilayah Kabupaten Kudus juga tak lepas dari perhatian Bupati. Dampak kekeringan di beberapa pemukiman warga serta potensi krisis air bersih menjadi fokus penanganan cepat yang harus segera ditindaklanjuti.

Tidak hanya masalah pasokan air, ancaman kebakaran lahan dan kawasan vegetasi kering juga diinventarisasi sebagai potensi bencana yang butuh mitigasi intensif. Tim BPBD beserta dinas terkait diminta standby guna meminimalkan risiko kerugian warga akibat insiden kebakaran.

Persoalan estetika dan ketertiban tata ruang kota Kudus turut mengemuka dalam pembahasan Rapim. Fenomena makin padatnya Pedagang Kaki Lima (PKL) dan menjamurnya street coffee di sepanjang trotoar serta kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh mendapat perhatian khusus.

Bupati Sam’ani meminta segenap jajarannya untuk memberi perhatian penuh serta gerak cepat dalam menyelesaikan deretan persoalan krusial tersebut. Pendekatan persuasif dan solusi yang adil diharapkan bisa diterapkan tanpa merugikan para pelaku usaha kecil.

Pihaknya menginstruksikan OPD teknis terkait, khususnya Satpol PP dan Dinas Perdagangan, untuk terus merumuskan formulasi penataan yang tepat. Keberadaan usaha mikro dinilai tetap penting, namun fungsi fasilitas umum dan kenyamanan pejalan kaki harus tetap diutamakan.

Penataan trotoar dan alun-alun diresmikan sebagai salah satu prioritas perbaikan wajah kota dalam waktu dekat. Bupati menekankan agar ruang publik di Kudus tetap bersih, rapi, ramah pejalan kaki, namun tetap mampu memfasilitasi denyut perekonomian rakyat secara teratur.

Melalui sinergi antar-OPD yang solid, Pemkab Kudus optimistis seluruh tantangan di lapangan dapat terurai sebelum pergantian tahun. Koordinasi lintas sektor akan terus ditingkatkan agar eksekusi program tidak terhambat oleh masalah birokrasi.

Langkah tegas dan terukur dari Pimpinan Daerah ini diharapkan memicu semangat baru bagi jajaran ASN Pemkab Kudus untuk memberikan performa terbaiknya. Dedikasi tinggi dinilai menjadi kunci utama dalam menuntaskan agenda pembangunan di penghujung tahun 2026.

Dukungan serta partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat Kudus juga sangat diharapkan demi terwujudnya tata kelola kota yang tertib, sejahtera, dan berkelanjutan. ( JIMMY )