Demak, – Hari ini Senin 19 Oktober 2026, telah dilaksanakan demonstration plotting, sebuah usaha untuk melindungi wilayah pantai, yang bertepatan di daerah pesisir Desa Timbul Sloko Kecamatan Sayung Kabupaten Demak.
Hadir dalam acara tersebut, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Bp. AHY, Gubernur Jawa Tengah, Bupati Demak, Walikota Semarang dan Bupati Kendal.
Dalam sambutannya, AHY, mengatakan
” Saya bersama Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa dan juga Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Bapak Laksamana Tenin Purnawirawan Didin Herdiawan Asyak dan jajaran BUPBJ, juga dalam kapasitas saya sebagai Ketua Dewan Pengarah tentunya ingin melaporkan kepada Bapak Ibu masyarakat Indonesia khususnya yang ada di Desa Timbul Sloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak Provinsi Jawa Tengah dimana hari ini menjadi momentum dimulainya program perlindungan Pantura Jawa ” Jelasnya.

Kita mengetahui bahwa wilayah Pantura Jawa yang sangat strategis ini menyumbangkan kurang lebih 28% terhadap PDB secara nasional, ada banyak sekali kawasan industri strategis, kawasan ekonomi khusus, sentra pangan dan juga sebagai koridor logistik yang sangat mendasar bagi bukan hanya masyarakat Pantura atau Jawa saja tetapi untuk nasional dan ada jutaan penduduk yang terdampak akibat degradasi lingkungan yang terjadi selama puluhan tahun terakhir ini “. Tambahnya
Kita mengetahui bahwa telah terjadi dampak pemanasan global dengan meningkatnya sea level rise atau permukaan air laut sehingga terjadi aledasi, intrusi, bahkan bukan hanya ratusan meter masuk ke dalam, bahkan sudah sekian kilometer dalam kurun waktu 20 tahun terakhir ini.
Dan kita juga menghadapi tantangan lain berupa land subsidence, penurunan permukaan tanah akibat ekstraksi air dari dalam tanah. Dan itu semua telah mengancam masyarakat yang ada di pesisir.
Kita tadi melewati desa ini dijelaskan oleh Ibu Bupati bahwa setiap saat harus dinaikkan karena terus terjadi penurunan permukaan tanah.
Dan kalau tidak ada solusi yang permanen maka setiap saat kita terancam masyarakat akan terdampak, berbahaya dan juga merugikan secara material.
Oleh karena itu, Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam visi dan tentunya prioritas beliau salah satunya adalah bagaimana membangun tanggul raksasa tentunya dimaknai sebagai kombinasi atau pendekatan yang hybrid antara pembangunan infrastruktur keras yaitu berbentuk tanggul pantai maupun tanggul laut tapi juga dengan yang sifatnya alami, nature based solution.
Dalam hal ini tadi baru saja kita sama-sama menanam mangrove. Mangrove tujuannya adalah untuk mengurangi energi dari gelombang air laut sehingga bisa lebih diredam untuk menghadirkan abrasi yang buluk di pesisir pantai. Dan nanti kita juga melihat bahwa selain mangrove juga ditanam yang namanya hexabricks yang ini juga adalah produksi dari masyarakat setempat ” katanya.
Ini juga berarti membuka lapangan kerja dan menghadirkan penghasilan untuk masyarakat yang ada di pesisir. Tentu tugas utama dari BUPBJ dalam hal ini adalah memastikan bahwa ini pembangunan luar biasa.
Bukan hanya di Kabupaten Demak Jawa Tengah tapi juga bicara dari Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur.” jelasnya
Kita saat ini berada di wilayah kerja 2 khususnya di segmen 12-3. Karena ada 15 segmen dari ujung barat hingga ujung timur pulau Jawa ini.
Jadi sekali lagi tujuan besar dari pembangunan giant sea wall termasuk apa yang kita lakukan hari ini pada akhirnya adalah bagaimana menyelamatkan masyarakat yang berdampak meningkatnya permukaan air laut dan menurun permukaan tanah tadi.
Sekaligus menjaga agar keberlangsungan hidup dan ekonomi masyarakat kita juga bisa kita jaga bersama-sama.
Mahfud-Woto







