Buseronlinenews

Tuti Elawati Bersama Suami Terkagum-Kagum Melihat Pendukungnya

Buseronlinenews.com – Tanggal 16 September adalah jadwal kampanye calon Kepala Desa Lambang Sari nomor urut 3, Ibu Tuti Elawati, S.E.

Para pendukung Ibu Tuti dari jam 08.00 WIB sudah berbondong-bondong datang ke kediaman sang calon yang mereka cintai.

Sesudah sarapan, ngopi, dan ngeteh sebentar, lalu mereka berjalan mengelu-elukan dan mengibarkan spanduk bergambar Ibu Tuti, dari anak kecil, dewasa, sampai orang tua.

Mereka yang datang kampanye dengan kerelaan sendiri; ada yang berjalan kaki, naik motor, mobil, bahkan dengan naik odong-odong.

Begitu ramai dan meriahnya kampanye calon nomor 3, yaitu Bu Tuti; terik panas matahari dan haus tidak mereka rasakan saat meneriakkan, “Pilihan nomor 3!” diiringi yel-yel penuh semangat.

Mereka berkampanye mengelilingi wilayah Desa Lambang Sari selama kurang lebih 3 jam, lalu berkumpul di lapangan dekat kediaman calon kepala desa.

Setelah berkumpul di lapangan, barulah Ibu Tuti Elawati beserta suami tercintanya memberikan kata sambutan secara bergantian untuk mengucapkan terima kasih kepada para pendukung, serta mengimbau agar tidak salah pilih pada tanggal 20 September mendatang.

Dengan air mata yang berlinang-linang, Ibu Tuti Elawati menyampaikan kekagumannya kepada para pendukung, karena beliau tidak menduga antusiasme warga yang hadir begitu tumpah ruah.

Setelah kata sambutan selesai, acara dilanjutkan dengan orasi dari Ketua Tim Sukses, Bapak Rosidi, M.Pd.

Sebagai ketua tim sukses, Pak Rosidi piawai memandu acara secara bergantian dengan pembawa acara lainnya agar suasana tetap hidup dan tidak menjenuhkan.

Terdapat pula penampilan seni budaya Betawi, yakni pertunjukan silat Betawi dari Dusun Trenggilis, Desa Lambang Sari.

Warga tampak terpesona menyaksikan ketangkasan dan kecepatan para pendekar dalam memainkan golok.

Usai pertunjukan seni, kegiatan dilanjutkan dengan berjoget ria yang diiringi hiburan dari artis lokal.

Meskipun terik matahari cukup menyengat di siang bolong, warga tetap antusias dan berjoget dengan penuh keceriaan.

Suami Ibu Tuti turut merogoh kocek untuk menyawer para warga yang berjoget, khususnya kaum ibu-ibu.

Kemeriahan kampanye tersebut semakin lengkap berkat ketersediaan makanan dan minuman yang disiapkan oleh Ibu Tuti, serta sumbangan swadaya dari warga setempat.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan simulasi tata cara pencoblosan: memasuki bilik suara, membuka surat suara, memastikan nomor urut 3, lalu melakukan pencoblosan.

Simulasi ini disambut dengan tepuk riuh dan pekikan yel-yel kemenangan, “Hidup Ibu Tuti!”

Selepas acara, Ibu Tuti Elawati mengajak warga singgah ke kediamannya untuk menikmati jamuan makan sore pada pukul 15.30 WIB.

Sebagian besar warga turut hadir di kediaman beliau, sementara sebagian lainnya langsung kembali ke rumah masing-masing karena keperluan mendesak.

Di sela-sela kesibukan tersebut, awak media berkesempatan melakukan wawancara singkat dengan calon kepala desa.

Ketika ditanya mengenai tanggapannya terhadap jalannya kampanye hari itu, beliau mengungkapkan rasa syukurnya.

“Luar biasa hebatnya, warga Lambang Sari pendukung saya tercinta tidak kenal lelah dan tahan panas terik matahari. I love them all,” ujar beliau.

Menanggapi pertanyaan mengenai strategi menghadirkan massa dalam jumlah besar, beliau menjawab dengan suara terbata-bata dan air mata berlinang.

“Jujur, saya tidak mengundang mereka semua. Saya hanya mengundang perwakilan dari tiga dusun di Desa Lambang Sari, masing-masing sekitar 200 orang. Ternyata, yang hadir mencapai seribu orang,” tutur beliau.

“Saya sangat berterima kasih kepada semuanya,” imbuhnya.

Menjelang sore hari, tamu dan pendukung masih terus berdatangan ke kediaman Ibu Tuti Elawati, sehingga awak media memohon pamit sambil mengucapkan salam kesuksesan.

(Manimbul)