Buseronlinenews

Sabet Juara 1 Karnaval Budaya Kudus, SMP 1 Jati Pukau Penonton Lewat “Tari Gebyar Dandangan

KUDUS – SMP 1 Jati sukses menyabet gelar Juara 1 dalam ajang Karnaval Budaya memperingati Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-477. Kontingen ini tampil memukau lewat sajian seni bertajuk “Tari Gebyar Dandangan” yang sarat akan pesan tradisi lokal.

Pelatih sekaligus koreografer kontingen, Tania Artpriend Navadella, S.Pd., membeberkan kisah sukses di balik layar saat ditemui di lingkungan sekolah pada Selasa (14/09/2026). Guru seni tari SMP 1 Jati tersebut membagikan perjuangan timnya dari awal proses garapan hingga meraih trofi tertinggi.

Tania menjelaskan bahwa tema “Tari Gebyar Dandangan” dipilih untuk memotret tradisi khas masyarakat Kudus dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Tradisi tahunan tersebut diangkat ke panggung karnaval sebagai wujud pelestarian kearifan lokal.

Melalui tarian ini, keceriaan dan rasa syukur masyarakat Kudus digambarkan secara apik lewat gerak para penari. Karakter penampilannya mengusung perpaduan gandhes-luwes (luwes dan anggun) serta sigrak-rampak (kompak dan bersemangat).

Dalam alur ceritanya, dentuman suara bedug dihadirkan sebagai penanda utama dimulainya bulan suci Ramadan. Gema bedug tersebut menjadi simbol ajakan bagi seluruh masyarakat untuk memasuki kekhusyukan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan.

Suasana semarak tradisi Dandangan makin terasa hidup dengan penggambaran pasar rakyat di dalam tarian. Sajian koreografi turut menampilkan riuk-pikuk lapak dagangan kearifan lokal serta gelar karya seni masyarakat Kudus.

Sisi musikal pertunjukan dikemas sangat megah melalui kolaborasi lintas genre instrumen. Alunan gamelan Jawa dipadukan secara harmonis dengan tabuhan rebana khas Kudus dan sentuhan orkestra modern.

Aransemen musik yang dinamis tersebut mengiringi kombinasi gerak tari murni, maknawi, hingga sentuhan kontemporer. Perpaduan ritme dan gerak gandhes-luwes sigrak-rampak ini berhasil melahirkan karya visual yang indah, hidup, dan memikat mata juri.

Di balik tampilan yang memukau, Tania menceritakan ketatnya masa persiapan yang hanya memakan waktu sekitar dua minggu. Waktu yang tergolong singkat tersebut digunakan secara maksimal mulai dari tahap seleksi siswa hingga pemantapan koreografi.

Proses awal dimulai dengan menyaring para siswa yang akan dijadikan personil penari utama. Seleksi ketat dilakukan untuk memastikan fisik dan komitmen para siswa terjaga selama masa latihan maraton.

Tantangan berikutnya terletak pada penyesuaian durasi pertunjukan di jalanan. Tim pelatih harus memutar otak mencari ide gagasan untuk memadatkan materi tarian berdurasi asli 6 menit menjadi ringkas hanya 3 menit tanpa menghilangkan esensi cerita.

Dalam versi 3 menit ini, konsep “Tari Gebyar Dandangan” dirancang sangat atraktif dengan menyisipkan banyak teknik gerakan lifting atau angkatan yang cukup ekstrem. Variasi gerak penuh atraksi tersebut dirancang untuk mencuri perhatian penonton dan dewan juri.

Tania mengakui tantangan terberat selama latihan adalah menyatukan tingkat konsentrasi dan kekompakan para siswa. Pasalnya, mayoritas personil yang terpilih tidak memiliki latar belakang atau basic sebagai penari sama sekali.

Melatih teknik dasar hingga gerakan tingkat tinggi kepada siswa awam membutuhkan kerja ekstra keras. Waktu dua minggu dioptimalkan dengan latihan intensif saban hari demi membentuk memori gerak dan stamina para penari.

Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil saat latihan pemantapan pada H-1 Karnaval Budaya. Para penari muda ini mampu mengeksekusi seluruh gerakan dan teknik lifting sesuai dengan arahan dan harapan sang koreografer.

Kendati demikian, kejutan sempat dialami tim saat tiba di lokasi acara pada hari H pelaksanaan. Luas stage atau area pertunjukan di depan panggung kehormatan ternyata jauh lebih sempit dibanding ukuran lokasi pada tahun sebelumnya.

Kondisi area yang terbatas sempat memicu kekhawatiran karena tarian ini banyak melibatkan gerakan eksplosif dan angkatan. Namun berkat ketenangan serta adaptasi yang cepat, para siswa berhasil menyesuaikan pola lantai dan tampil tanpa hambatan.

Capaian sebagai Juara 1 ini tak pelak menghadirkan kebanggaan mendalam bagi keluarga besar SMP 1 Jati. Torehan trofi ini menjadi bukti nyata bahwa keikhlasan, kesabaran, dan proses yang tekun tidak akan pernah mengkhianati hasil akhir.

( JIMMY )