Buseronlinenews

Pemerintah Desa Makeruh Giatkan Rembuk Stunting Tahun 2026

Rupat – Pemerintah Desa Makeruh giatkan Rembuk Stunting yang dilaksanakan di ruang kantor Desa Makeruh.

Kegiatan ini bukanlah sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud nyata komitmen bersama seluruh elemen masyarakat Desa Makeruh, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Rabu (08/09/2026).

Untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Sebagai desa yang sebagian besar warga menggantungkan hidup sebagai petani karet dan nelayan, kita menyadari bahwa asupan gizi keluarga sangat dipengaruhi oleh kestabilan penghasilan, pengetahuan gizi, serta akses terhadap layanan kesehatan dasar.

Untuk itu, persoalan stunting dan gizi buruk bukan hanya tanggung jawab pemerintah desa, tetapi tanggung jawab kita semua.

Acara dihadiri oleh Ibu perwakilan Kecamatan Rupat, Ibu dari Puskesmas dan Bidan Desa, Ketua TP PKK Desa Makeruh, para Kader Posyandu, Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, serta seluruh masyarakat yang hadir.

Harapan Pj. Kades Makeruh pada seluruh peserta, dapat memberikan data dan informasi yang akurat mengenai kondisi gizi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di Desa Makeruh.

Terbangunnya kesepahaman bersama mengenai prioritas penanganan stunting berdasarkan kondisi riil di lapangan.

Lahirnya rencana aksi konvergensi yang melibatkan seluruh sektor: kesehatan, pendidikan, pemerintahan desa, dan masyarakat.

Tumbuhnya kesadaran kolektif bahwa pencegahan stunting dimulai dari 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah desa, beberapa langkah yang perlu kita perkuat bersama antara lain: mengoptimalkan pelaksanaan Posyandu secara rutin dan tepat waktu setiap bulan, termasuk penimbangan dan pengukuran tinggi badan balita secara berkala.

Meningkatkan pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan lokal bergizi bagi balita dan ibu hamil, memanfaatkan hasil bumi dan laut yang tersedia di desa kita.

Dan memperkuat edukasi gizi dan pola asuh kepada ibu hamil dan keluarga melalui kader PKK dan tenaga kesehatan.

Dan akses sanitasi dan air bersih di setiap dusun, karena sanitasi yang buruk turut menjadi faktor risiko stunting.

Mendorong sinergi dengan program Dana Desa, Koperasi Desa Merah Putih, dan program gizi nasional seperti SPPG/Makan Bergizi Gratis yang telah berjalan di desa kita.

Selanjutnya, tokoh agama dalam menyampaikan pesan kesehatan dan gizi melalui pendekatan nilai-nilai keislaman, sehingga lebih mudah diterima masyarakat.

Ke depannya, saya berharap dan optimis bahwa dengan kerja sama dan gotong royong seluruh elemen, Desa Makeruh dapat menurunkan angka stunting secara signifikan dan bertahap menuju Desa Makeruh Bebas Stunting dan Gizi Buruk.

Dan menjadikan Posyandu dan layanan kesehatan sebagai pusat pemantauan tumbuh kembang anak yang aktif dan dipercaya masyarakat.

Dan mewujudkan masyarakat Desa Makeruh yang sadar gizi, sadar kesehatan, dan mandiri secara ekonomi.

Kami berharap Desa Makeruh menjadi desa percontohan bagi desa yang berada di desa pesisir, yang berhasil mengatasi tantangan gizi meski dengan keterbatasan geografis dan ekonomi masyarakatnya.

Marilah kita jadikan Rembuk Stunting hari ini sebagai titik tolak kebangkitan kepedulian bersama.

Anak-anak kita adalah amanah dan generasi penerus yang akan melanjutkan pembangunan desa, dan investasi terbaik yang bisa kita berikan memastikan mereka tumbuh sehat, cerdas, dan kuat.

Atas nama Pemerintah Desa Makeruh, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Semoga apa yang kita rembukkan hari ini membawa keberkahan dan hasil nyata bagi masyarakat Desa Makeruh.

Nasri