PANGKALAN BUN – Manajemen PT Pilar Wana Persada (PT PWP) secara lisan memberikan klarifikasi resmi untuk merespons surat konfirmasi dari awak media terkait tuntutan kebun kemitraan (plasma) sebesar 20% dari Hak Guna Usaha (HGU) di Kelurahan Tapin Bini, Kecamatan Lamandau, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.
Klarifikasi disampaikan langsung oleh Manajer CSR PT PWP, Sigit, kepada awak media di Pangkalan Bun, Sabtu (5 September 2026).
Menjawab surat konfirmasi mengenai aliran dana 20% HGU, Sigit menegaskan bahwa lahan plasma tersebut belum menghasilkan produksi apa pun.
Rencana pembangunan kebun plasma di Kelurahan Tapin Bini pada masa lalu tidak berjalan karena sempat ditolak oleh warga.
Penolakan terjadi lantaran lahan yang bisa terbangun saat itu hanya berkisar ±91 hektar, sehingga perusahaan menunda seluruh proses pembangunan, dan sampai saat ini lahan tersebut diatasnya tidak ada kebun kelapa sawit yang ditanam dan dikelola pihak perusahaan, memang lahan tersebut masuk dalam HGu perusahaan PT PWP.
Karena kebun plasma belum pernah terbangun di atas lahan HGU seluas 800 hektar di wilayah Dahas Bolao (kampung lama) tersebut, maka tidak ada hasil produksi yang bisa dibagikan kepada warga selama ini.
Perusahaan kini telah mencapai kesepakatan baru yang disaksikan langsung oleh Bupati Lamandau pada 31 Maret 2026, dan diperkuat melalui acara adat pada 21 Juni 2026.
PT PWP berkomitmen menyelesaikan total 200 hektar kebun plasma pada akhir tahun 2026.
Realisasi ini mencakup lahan plasma seluas 200 hektar di dalam wilayah potensi kelurahan Tapin Bini sekitar Dahas Bolao untuk 500 orang anggota warga yang dikelola melalui Koperasi Dahas Bolao Sejahtera, dan saat ini berkas usulannya sedang dalam proses verifikasi di Pemda Lamandau.
Selain itu, terdapat pencadangan lahan plasma seluas 80 hektar yang juga masih disekitar Dahas Bolao dalam wilayah potensi keluruhan Tapin Bini yang nantinya dikelola oleh Koperasi Ipuh Semaga Mandiri.
Pihak manajemen juga menegaskan bahwa program CSR untuk sektor infrastruktur dan rumah ibadah di Kelurahan Tapin Bini tetap berjalan secara konsisten.
(Marboen)







