BuseronlineNews.com // Jateng – Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati kompleks makam Kiageng Tirto atau Syaikh Abdur Rohman di Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026).
Kehadiran ribuan jamaah tersebut menjadi penanda puncak Haul Agung ke-32 Kiageng Tirto, salah satu agenda keagamaan tahunan yang digelar masyarakat Desa Karangasem setiap bulan Maulud.
Bagi masyarakat setempat, haul tidak sekadar menjadi tradisi untuk mengenang jasa dan perjuangan para pendahulu. Lebih dari itu, Haul Agung Kiageng Tirto telah berkembang menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkokoh silaturahmi, sekaligus menghidupkan syiar Islam di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan Haul Agung telah dimulai sejak Senin (10/8/2026) melalui Kirab Haul yang diikuti TPQ se-Desa Karangasem, para guru, serta berbagai elemen masyarakat. Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan sejumlah agenda keagamaan hingga puncaknya pada Kamis pagi.
Puncak acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan panitia, mauizah hasanah, doa bersama, hingga lantunan selawat yang menggema di kawasan makam Kiageng Tirto.
Antusiasme jamaah terlihat sejak pagi. Mereka terus berdatangan hingga memenuhi lokasi acara dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kekhusyukan.
Ketua Makam sekaligus Panitia Haul Agung Kiageng Tirto, Muhammad Bakri, mengaku bersyukur pelaksanaan haul tahun ini dapat berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Menurutnya, jumlah peserta dalam rangkaian kegiatan terus menunjukkan perkembangan. Untuk kegiatan khataman bin nazhar tercatat sebanyak 662 jamaah, sedangkan khataman bil gaib diikuti 520 jamaah.
“Alhamdulillah, kegiatan rutinan di bulan Maulud ini kembali terlaksana dengan baik. Kami bersyukur karena setiap tahun haul terus berkembang dan semakin banyak masyarakat yang ikut mendukung serta berpartisipasi.” ujarnys
Ia menegaskan, keberhasilan pelaksanaan Haul Agung tidak lepas dari gotong royong berbagai elemen masyarakat. Dukungan datang dari Pemerintah Desa Karangasem, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga para donatur yang secara swadaya membantu penyelenggaraan kegiatan.

Sejumlah unsur turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Kepala Desa Karangasem Kanto beserta perangkat desa, RT/RW, Polsek Wirosari, Koramil, MWC NU, Ranting NU, GP Ansor, Muslimat NU, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Suasana keagamaan semakin semarak dengan tausiah yang disampaikan empat ulama, yakni KH Marzuki Mustamar, KH Multazam Almakki, KH M. Yahya Rosyad, dan KH M. Syafi’i.
Dalam tausiah tersebut, para ulama mengajak jamaah untuk terus memperkuat keimanan, menjaga persatuan, mempererat persaudaraan, serta meneladani perjuangan para pendahulu dalam menyebarkan ajaran Islam.
Nuansa religius semakin terasa ketika Grup Rebana Rijalul Ansor Karangasem tampil mengiringi lantunan selawat. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari jamaah dan menjadi salah satu bagian yang menarik dalam rangkaian Haul Agung tahun ini.
Bagi masyarakat Desa Karangasem, Haul Agung Kiageng Tirto bukan sekadar seremoni tahunan. Tradisi tersebut telah menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah dalam semangat persaudaraan, gotong royong, dan kecintaan terhadap syiar Islam.
Muhammad Bakri berharap tradisi haul tersebut terus dilestarikan dan semakin berkembang pada tahun-tahun mendatang.
“Semoga Haul Agung Kiageng Tirto semakin besar, jamaah semakin kompak, para donatur tetap istiqamah mendukung kegiatan keagamaan ini, dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat luas.” pungkasnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan khidmat hingga acara berakhir. Haul Agung ke-32 Kiageng Tirto kembali menunjukkan bahwa tradisi keagamaan yang dirawat melalui kebersamaan dan gotong royong dapat menjadi perekat persatuan sekaligus memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.( Wgm ).







