Buseronlinenews

Peringati Hari Pendidikan RBK, Desa Lamahang Gelar Pendampingan Penulisan Cerita Rakyat Buru

BuseronlineNews.com / (19/08/2026) – Buru, Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan, Rumah Belajar Komunitas (RBK) Desa Lamahang, Kecamatan Waplau, Kabupaten Buru, melaksanakan kegiatan PKM dengan judul “Dari Pembaca Menjadi Penulis: Pendampingan Penulisan Kreatif Cerita Rakyat Buru sebagai Upaya Revitalisasi Sastra Lisan bagi Generasi Muda.”

Kegiatan yang dilaksanakan pada 12 Mei 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong generasi muda untuk tidak hanya memiliki kemampuan membaca, tetapi juga mampu menghasilkan karya tulis yang bersumber dari kekayaan budaya lokal.

Kegiatan melibatkan peserta didik dan relawan RBK serta menghadirkan unsur masyarakat dan penutur cerita lokal. Peserta diajak mengenal kembali cerita rakyat Buru melalui kegiatan Bengkel Sastra Lisan, kemudian mengembangkan cerita yang mereka dengarkan menjadi karya tulis kreatif.
Ketua pelaksana kegiatan, Risman Iye, mengatakan bahwa momentum Hari Pendidikan menjadi kesempatan yang tepat untuk memperkuat pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengenal identitas dan budaya daerahnya.

“Pendidikan tidak hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga bagaimana anak-anak mampu mengenali lingkungan, budaya, dan sejarah masyarakatnya, kemudian mengolahnya menjadi pengetahuan dan karya,” ujarnya.

Dari Cerita Lisan Menjadi Karya Tulis
Dalam kegiatan tersebut, peserta terlebih dahulu menyimak cerita rakyat yang dituturkan oleh tokoh atau penutur lokal. Peserta kemudian diarahkan untuk mengidentifikasi tokoh, alur, latar, konflik, serta nilai-nilai yang terkandung dalam cerita.

Tahap berikutnya dilakukan melalui pelatihan creative writing. Peserta dibimbing mengembangkan cerita berdasarkan hasil penuturan menjadi karya tulis dengan struktur yang lebih teratur.
Pendampingan dilakukan mulai dari menentukan ide, membangun karakter, menyusun alur, mengembangkan latar, menggunakan bahasa yang sesuai, hingga melakukan revisi terhadap naskah.
Kegiatan juga memberikan ruang kepada peserta untuk membuat ilustrasi yang berkaitan dengan cerita yang mereka tulis.

Proses tersebut merupakan bagian dari konsep alih wahana budaya, yaitu mengubah pengetahuan sastra lisan yang diwariskan secara turun-temurun menjadi karya tulis dan dokumentasi digital.

Melestarikan Cerita Rakyat Buru
Risman menjelaskan bahwa Pulau Buru memiliki kekayaan cerita rakyat, legenda, sejarah lokal, dan tradisi lisan yang mengandung nilai moral serta kearifan masyarakat.
Namun, perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi informasi generasi muda menjadi tantangan tersendiri dalam proses pewarisan sastra lisan.

“Melalui kegiatan ini, cerita rakyat tidak hanya berhenti pada penuturan. Kami berusaha mendokumentasikannya melalui tulisan sehingga dapat dibaca dan dipelajari kembali oleh generasi berikutnya,” jelasnya.

Hasil tulisan peserta selanjutnya diarahkan untuk dikembangkan menjadi antologi cerita rakyat Buru. Buku tersebut diharapkan menjadi salah satu aset pustaka RBK sekaligus bahan bacaan yang memperkenalkan budaya lokal kepada anak-anak.

Relawan RBK Mendapat Penguatan
Selain peserta didik, kegiatan juga memberikan penguatan kepada relawan RBK melalui pelatihan manajemen literasi kreatif.
Relawan mendapatkan pembekalan mengenai metode fun literacy, read aloud, teknik bertanya, permainan kosakata, pendampingan menulis, serta keterampilan dasar editing dan layout.
Penguatan tersebut bertujuan agar setelah kegiatan selesai, relawan mampu melanjutkan kegiatan literasi secara mandiri di RBK.

RBK Menuju Pusat Kreativitas Generasi Muda
Kegiatan pada 12 Mei 2026 tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mengembangkan RBK tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang kreativitas, produksi karya, dan pelestarian budaya lokal.

Melalui program ini, anak-anak didorong untuk mengalami perubahan dari “pembaca menjadi penulis”, sedangkan cerita rakyat lokal diarahkan dari “tuturan menjadi dokumentasi dan karya”.
Ke depan, kegiata

(Red)