Blora – Komisi B DPRD Kabupaten Blora Jawa Tengah menggelar audensi dan dengar pendapat terkait Mobilitas Proyek Pertamina melalui PT Pertamina Drilling Services Indonesia ( PDSI ) yang melintasi wilayah Kecamatan Keradenan dan sekitarnya di ruang rapat Komisi B, Kamis ( 06/08/2026 )
Audensi tersebut di ajukan oleh Barisan Perjuangan Pemuda Blora Selatan yang selama ini merasa khawatir dengan kondisi jalan dan jembatan yang di lewati alat berat
Namun dalam audensi tersebut di anggap pincang, sebab Pertamina yang di gadang gadang akan dapat memberikan pencerahan dan jalan keluar terbaik untuk masyarakat, tidak hadir
Ketidak hadiran pihak Pertamina membuat kecewa para peserta audensi, terutama barisan pemuda perjuangan Blora selatan.
Exy Wijaya, salah satu tokoh pemuda Blora selatan yang getol memperjuangkan kepentingan rakyat kecil merasa sangat kecewa.

Menurutnya, ketidak hadiran Pertamina pada audensi dan dengar pendapat yang di fasilitasi DPRD Blora di anggap mengabaikan
” Ini berarti Pertamina mengabaikan DPRD, yang ngundang DPRD. Kami sudah mengirimkan surat tiga minggu yang lalu.” ucapnya dengan nada kecewa
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( DPUPR ) Kabupaten Blora, Nidzamudin Al Huda yang hadir dalam audensi tersebut menjelaskan bahwa, sebelum mobilitas berjalan, pihak Pertamina sudah berkoordinasi dengan DPUPR untuk melewati jalur yang aman di lalui kendaraan kendaraan berat
Menurut Huda, panggilan akrab Kepala Dinas DPUPR Blora, kendaraan yang di gunakan Pertamina seberat 80 ton, sehingga pihak DPUPR Blora secara teknis perlu mengkaji kondisi jalan dan jembatan yang akan di lalui
Dari hasil inspeksi yang di lakukan DPUPR, dari delapan jembatan di sepanjang jalur yang akan di lewati, ternyata ada satu jembatan yang di nilai memerlukan perkuatan sebelum kendaraan berat tersebut melintas, yakni jembatan Pilang 1
Dalam kesempatan itu juga Huda menegaskan bahwa, pihak Pertamina telah berkomitmen akan bertanggung jawab apabila terjadi kerusakan jalan maupun jembatan akibat mobilisasi alat berat tersebut
Bahkan Pertamina berjanji, kerusakan sekecil apapun, menjadi tanggung jawab Pertamina untuk memperbaiki
” Pertamina sudah menyampaikan kepada kami, apabila akibat mobilisasi yang di lakukan mengakibatkan kerusakan, sekecil apapun kerusakan itu, akan di perbaiki.” terangnya
Lebih lanjut Huda menyampaikan bahwa , proses perbaikan jalan sudah di mulai di laksanakan secara bertahap. Mulai dari wilayah timur, yakni Ngraho, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur menuju ke arah Kabupaten Blora
” Perbaikan jalan sudah di lakukan, namun secara bertahap, mulai dari timur, dari Ngraho Bojonegoro. Kita tunggu sampai ke wilayah Blora.” jelasnya
Pihak DPUPR sendiri tidak tinggal diam, pihaknya akan terus memberikan pengawasan terkait mobilisasi alat berat maupun pelaksanaan perbaikan jalan benar benar bisa di realisasikan
” Kami akan terus mengawasi pelaksanaannya, agar semua bisa di realisasikan sesuai yang telah di janjikan.” pungkasnya
Sedangkan DPRD Blora berharap, proyek tersebut tetap bisa berjalan dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat, termasuk menjaga akses masyarakat yakni jalan dan jembatan
Dalam kesempatan itu juga, DPRD Blora berjanji akan memfasilitasi Barisan Perjuangan Pemuda Blora Selatan untuk bisa bertemu langsung dengan pihak Pertamina
” Kita dari DPRD akan berkirim surat ke Pertamina, kita tunggu kesiapan Pertamina, kapan bisa bertemu dengan kita.” ucapnya.
(Harti)







