CIANJUR – Memasuki puncak musim kemarau 2026, Polres Cianjur mengambil langkah konkret dengan mengoperasikan armada truk tangki air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan. Program bertajuk “Peduli Kekeringan” ini resmi diluncurkan pada Rabu (5/8/2026) sebagai bentuk pelayanan kepolisian yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan mendasar warga.
Kapolres Cianjur, AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi, menegaskan bahwa layanan ini dirancang tanpa birokrasi berbelit. Masyarakat yang membutuhkan pasokan air darurat dapat menghubungi kepolisian melalui berbagai saluran komunikasi—tidak terbatas pada Call Center 110.
“Masyarakat yang membutuhkan air bersih tidak harus selalu lewat Call Center 110. Sekiranya butuh air, melalui media apa pun silakan berkabar, tim kami akan langsung merapat ke lokasi. Semua ini semata-mata untuk pelayanan kepada masyarakat Cianjur,” ujar Kapolres dengan tegas.
Dalam operasionalnya, Polres Cianjur menyiagakan armada truk tangki berkapasitas 4.000 liter per unit. Pasokan air bersih terjamin berkat kerja sama strategis dengan Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur. Kasi Humas Polres Cianjur, Aipda Mochammad Yuda, memastikan seluruh proses penyaluran air bersih kepada warga dipungut biaya alias gratis.

“Layanan distribusi air bersih ini sepenuhnya gratis, tidak dipungut biaya sedikit pun,” tegasnya.
Pada tahap awal, personel Satuan Samapta (Sat Samapta) Polres Cianjur diterjunkan langsung ke sejumlah titik pemukiman yang mulai mengalami krisis air. Namun, Polres Cianjur telah menyiapkan personel dari unit kerja lainnya apabila permintaan meningkat di berbagai wilayah.
“Untuk sementara operasional dijalankan oleh personel Sat Samapta. Ke depan, tidak menutup kemungkinan kami akan melibatkan personel dari unit lain agar jangkauan pelayanan bisa lebih luas,” tambahnya.
Kepolisian mengimbau para pengurus RT/RW hingga tokoh masyarakat untuk aktif mendata dan melaporkan wilayahnya yang membutuhkan pasokan air darurat. Langkah ini dinilai krusial mengingat dampak kemarau panjang tahun ini diprediksi lebih ekstrem dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Armada tangki air pun langsung bergerak cepat merespons laporan warga. Program ini menjadi bukti kehadiran negara di tengah kesulitan rakyat, sekaligus mengukuhkan Polres Cianjur sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana kekeringan di wilayah Priangan Timur.
(Oding/Jib)







