Buseronlinenews

Dinas PUPR Kudus Kebut 30 Proyek Drainase Sepanjang 2026, Ini Daftar Ruas Jalan yang Bakal Dibongkar Demi Bebas Banjir

Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus mulai mengerjakan proyek pembangunan drainase di Jalan Wahid Hasyim sebagai salah satu langkah mengurangi genangan yang selama ini kerap terjadi di kawasan tersebut. Proyek senilai Rp 2,2 miliar itu menjadi bagian dari program penanganan drainase yang tersebar di sekitar 30 titik di Kabupaten Kudus sepanjang 2026.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Harry Wibowo, mengatakan saluran drainase yang dibangun memiliki panjang sekitar 480 meter. Konstruksi menggunakan u-ditch berukuran 60 hingga 80 sentimeter serta box culvert dengan ukuran serupa agar kapasitas aliran air meningkat.

Menurut Harry, pembangunan drainase difokuskan untuk mengurangi genangan yang selama ini muncul di ruas Jalan Wahid Hasyim, khususnya mulai kawasan perempatan Gang 4 hingga ke arah barat. Selain itu, proyek tersebut juga diharapkan dapat mengurangi beban limpasan air menuju Jalan Ahmad Yani yang selama ini menjadi salah satu titik rawan genangan.

“Pekerjaan dimulai dari sisi hilir dengan pembuangan menuju Sungai Gledex. Tahap awal dikerjakan di sisi utara jalan, kemudian nantinya akan dilanjutkan sehingga kawasan Gang 4 hingga ke arah barat dapat berkurang genangan maupun banjirnya,” ujar Harry saat meninjau lokasi pekerjaan.

Ia menjelaskan proyek tersebut mulai dikerjakan pada 30 Juni 2026 dengan target penyelesaian selama 120 hari kalender atau hingga 27 Oktober 2026. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Cinta Damai.

Meski demikian, Dinas PUPR berharap penyelesaian proyek dapat dilakukan lebih cepat sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat, terutama saat memasuki musim hujan.

Harry juga meminta masyarakat memahami adanya penyempitan ruas jalan selama proses konstruksi berlangsung. Ia berharap pengguna jalan tetap berhati-hati dan menyesuaikan perjalanan karena aktivitas pekerjaan berpotensi memengaruhi kelancaran arus lalu lintas.

“Kami juga berharap rekan-rekan media membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat agar dapat memaklumi adanya gangguan lalu lintas sementara akibat pembangunan drainase ini,” katanya.

Selain Jalan Wahid Hasyim, Dinas PUPR juga tengah mengerjakan pembangunan drainase di Jalan Al-Imam Mahdi. Dalam waktu dekat, sejumlah ruas lain, termasuk kawasan penunjang aktivitas UMKM, juga akan menjadi lokasi pembangunan saluran drainase.

Harry menegaskan sasaran utama pemerintah saat ini bukan menghilangkan banjir secara menyeluruh, melainkan mengurangi tinggi dan lamanya genangan sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal dalam waktu lebih singkat.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran drainase hampir Rp10 miliar dari berbagai sumber pendanaan. Dari jumlah itu, sekitar Rp7 miliar berasal dari Pendapatan Bagi Jasa Tertentu (PBJT), sedangkan sisanya berasal dari APBD.

Ia menyebut hingga pertengahan Juli, sekitar 60 persen paket pekerjaan drainase telah memasuki tahap kontrak maupun pelaksanaan. Sisanya masih berproses karena adanya penyesuaian mekanisme pengadaan melalui sistem E-Katalog versi 6.

Di sektor Bina Marga, Dinas PUPR juga menjalankan sekitar 20 paket pekerjaan dengan nilai anggaran sekitar Rp30 miliar yang bersumber dari PBJT. Sekitar 70 persen paket telah berkontrak, sementara beberapa proyek lain masih dalam proses administrasi, termasuk pembangunan Jembatan Kesambi.

Sementara itu, pemerintah tetap mengalokasikan anggaran rutin sekitar Rp7,5 miliar untuk pemeliharaan jalan. Melalui program tersebut, kondisi kemantapan jalan di Kabupaten Kudus yang sempat turun menjadi 89 persen kini kembali meningkat hingga sekitar 91 persen.

Untuk sektor irigasi, Dinas PUPR mengalokasikan sekitar Rp5 miliar yang digunakan membiayai enam titik pekerjaan. Sebagian paket telah memasuki tahap kontrak, sedangkan sisanya masih dalam proses pengadaan sehingga diharapkan seluruh proyek dapat berjalan sesuai jadwal tahun anggaran 2026.

(Jimmy)