CIANJUR – Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama Politeknik Bhakti Kencana dan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) menggelar acara puncak Silaturahmi Akbar dan Forum Sinergi Kepala Desa se-Kabupaten Cianjur, Senin (13/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini juga menjadi momen bersejarah peluncuran program “Beasiswa 1000 Sarjana Desa”, sebuah terobosan strategis untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang siap membangun kampung halaman.
Hadir langsung dalam acara tersebut, Bupati Cianjur, dr. Muhammad Wahyu Ferdian, yang menyambut baik inisiatif kolaboratif ini. Menurutnya, program ini merupakan jawaban atas tantangan pembangunan di tingkat desa yang membutuhkan lulusan berkualitas.
“Kami harapkan ini bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di desa-desa di seluruh Kabupaten Cianjur. Beasiswa ini nanti akan dipilih siswa dan siswi dari desanya masing-masing yang memiliki potensi dan minat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Setelah itu, mereka akan kembali untuk membangun desanya,” ujar Bupati dalam sambutannya .
Program ini sejalan dengan komitmen Pemkab Cianjur yang sebelumnya telah menyiapkan beasiswa penuh bagi mahasiswa berkomitmen membangun desa. Bupati menegaskan bahwa meskipun kewenangan daerah terbatas pada pendidikan dasar dan menengah, pihaknya tetap mendukung penuh akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Cianjur .
Ketua Yayasan Cakra Inti Indonesia, Dr. Mubarok, S.H., M.M., M.Si., M.H., menjelaskan bahwa program beasiswa ini difokuskan pada bidang kesehatan untuk menjawab kebutuhan tenaga medis di wilayah Cianjur.
“Kehadiran Bapak Bupati dan kolaborasi dengan APDESI, Insya Allah hari ini kita fasilitasi program beasiswa kepada masyarakat di desa untuk dikuliahkan di program studi kesehatan. Insya Allah dengan pemerintah daerah Pak Bupati, kita kolaborasi, mudah-mudahan dilaksanakan MoU untuk kerjasama Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ungkap Dr. Mubarok.
Saat ini, Politeknik Bhakti Kencana membuka tiga jurusan utama, yaitu Manajemen Informasi Kesehatan, Farmasi, dan Fisioterapi. Ke depannya, kampus ini juga tengah mempersiapkan program studi baru jenjang D4 Keperawatan, D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta Manajemen Sumber Daya Manusia .
Sekretaris DPC APDESI Kabupaten Cianjur, Jenal, S.Pd., menyambut antusias program ini. Menurutnya, kehadiran program beasiswa 50% dengan rekomendasi dari desa menjadi angin segar bagi masyarakat.
“Alhamdulillah ini harapan baru buat kami warga desa. Kuliah di kampus kesehatan dengan adanya program 50% beasiswa dengan rekomendasi desa ini menjadi angin segar tentunya bagi masyarakat. Harapan baru buat keluarga desa di seluruh Cianjur,” ujar Jenal.
Perangkat desa akan berperan mengakomodir dan merekomendasikan calon penerima beasiswa. Meskipun batas usia ideal ditujukan bagi lulusan 5 tahun pertama, pihak kampus membuka peluang bagi calon di luar rentang tersebut dengan syarat rekomendasi dari pihak desa.
Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak putra-putri terbaik Cianjur yang mampu mengakses pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya, sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan di kampung halaman masing-masing .
(Oding/Jib)







