Buseronlinenews

Ai Juariah Akhirnya Pulang ke Cianjur: Sinergi Lintas Sektor Selamatkan PMI dari Libya

CIANJUR – Kabar haru sekaligus lega menyelimuti Pendopo Kabupaten Cianjur pada Senin (13/7/2026). Ai Juariah (48), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Ciranjang, yang sempat viral dan tertahan di Libya selama 17 bulan, akhirnya resmi tiba di kampung halaman dalam kondisi selamat. Kepulangan Ai merupakan hasil kerja kolaboratif dari berbagai instansi, mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, hingga kementerian terkait, mengakhiri mimpi buruk yang ia alami di negara yang dilanda konflik tersebut .

Kapolres Cianjur, AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses pemulangan ini. Ia menyebut bahwa keberhasilan memulangkan Ai adalah wujud nyata perlindungan konstitusional tertinggi bagi warga negara.

“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder, mulai dari Kementerian Luar Negeri dan KBRI di Libya yang telah bekerja keras di tengah luasnya wilayah Libya. Alhamdulillah, warga negara kita berhasil dipulangkan. Ini adalah bentuk perlindungan konstitusional yang tercantum dalam UUD 1945,” tegas Kapolres dalam sambutannya di Pendopo .

Kapolres menegaskan bahwa pihaknya kini akan fokus pada penegakan hukum. Polres Cianjur telah mengantongi data identitas pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab memberangkatkan Ai secara non-prosedural.

“Tugas kami selaku aparatur penegak hukum adalah memastikan hukum hadir. Kami sudah mendapatkan data identitas orang yang patut dimintai pertanggungjawaban. Mohon doa dari semuanya, semoga proses penyelidikan dan penyidikan berjalan lancar,” ujarnya .

Lebih lanjut, Kapolres menekankan bahwa upaya preventif menjadi prioritas utama. Ia bahkan mengusulkan agar Ai Juariah dijadikan duta untuk menceritakan pengalaman pahitnya.

“Kami menggarisbawahi bahwa upaya preventif adalah yang utama. Bu Ai ini akan kami jadikan duta untuk menceritakan bahwa tidak semua yang gemerlap itu indah. Gaji di sana mungkin lebih tinggi, tetapi risiko pekerjaan, perbedaan budaya, dan perlakuan yang diterimanya tidak sebanding. Bu Ai bercerita tentang bekerja berjam-jam tanpa istirahat, bahkan saat mengalami kecelakaan tidak ada empati,” jelas Kapolres mengutip kesaksian Ai .

Bupati Cianjur, dr. Muhammad Wahyu Ferdian, juga menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Ia mengakui bahwa proses ini membutuhkan perhatian khusus karena situasi Libya yang tengah bergejolak akibat konflik.

“Alhamdulillah, Bu Ai akhirnya pulang ke Cianjur hari ini. Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh pihak, dari BP3MI melalui Pak Singgih, Dinas PPA Jabar, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cianjur, hingga Kementerian Luar Negeri dan KBRI di Libya. Ini proses yang cukup memerlukan perhatian khusus, karena Libya memiliki gejolak konflik, tapi Alhamdulillah berkat kerja sama akhirnya Bu Ai kembali dengan sehat dan selamat,” ujar Bupati .

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat, Kombes Pol Singgih Hermawan, menyoroti pentingnya langkah penyuluhan ke depan. Ia mengingatkan bahwa Cianjur merupakan salah satu daerah dengan pengiriman PMI tertinggi, bahkan masuk dalam tiga besar di Jawa Barat .
“Kami dari BP3MI berkolaborasi dengan KBRI di Libya sangat berterima kasih kepada Polri dan pemerintah daerah. Kami akan melakukan langkah-langkah penyuluhan terhadap warga di Cianjur, karena Cianjur merupakan salah satu kabupaten yang banyak mengirim PMI dan termasuk tiga besar,” jelas Kombes Pol Singgih .

Perjalanan Ai Juariah penuh dengan liku-liku. Ia berangkat ke Libya secara non-prosedural 17 bulan lalu, diiming-imingi pekerjaan di Turki namun malah ditempatkan di Libya yang dilanda konflik . Selama di sana, ia menderita dengan berganti majikan berkali-kali dan bekerja tanpa henti. Kondisinya memuncak ketika video dirinya dalam kondisi bersimbah darah meminta tolong kepada Presiden Prabowo dan Gubernur Dedi Mulyadi viral di media sosial .

Seluruh pihak sepakat bahwa kasus ini harus menjadi pelajaran berharga. Para pejabat mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur tawaran bekerja ke luar negeri secara non-prosedural. Jalur resmi memberikan perlindungan hukum dan jaminan keselamatan yang tidak akan didapatkan melalui calo.

(Oding/Jib)