Buseronlinenews

HYDROPLUS SOCCER LEAGUE ALL-STARS 2025/2026, Raih Titel Juara Grup A, Mojang Priangan (U-15) dan Putri JP Jakarta (U-18)Melaju ke Semifinal

KUDUS – Matchday ketiga babak penyisihan Grup A sektor U-15 dan U-18 HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025-2026 berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (9/7). Empat tim memastikan diri merebut tiket semifinal demi menjaga asa meraih gelar juara dalam gelaran yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation dan HYDROPLUS ini.

Di sektor U-15, Mojang Priangan Ciamis menasbihkan diri sebagai juara grup A usai mengalahkan Arema FC Women Malang 3-0. Catatan clean sheet kemenangan tiga pertandingan fase grup tanpa kebobolan gol mengantarkan Mojang Priangan kokoh di puncak klasemen Grup A U-15. Di sisi lain, kendati kalah, Arema FC Women tetap melangkah ke semifinal dengan status runner up grup.

Masih dari Grup A, bermain tanpa beban, membuat Putri Surakarta tampil impresif saat menghadapi Putri Tangsel City Tangerang Selatan dengan skor akhir 4-0. Hasil ini membuat Putri Surakarta berada di posisi ketiga dengan mengemas tiga poin berkat satu kemenangan dan dua kekalahan. Adapun Putri Tangsel City harus puas sebagai juru kunci klasemen dengan kekalahan di tiga laga yang mereka jalani.

Beralih ke sektor U-18, Putri JP Jakarta sukses mengamankan tiket ke semifinal sebagai juara grup usai mengalahkan Tigers Football Academy Surabaya dengan skor tipis 1-0 Di partai lain, Putri Garut menyusul ke semifinal sebagai runner-up setelah mengalahkan Putri Batang dengan kemenangan meyakinkan tiga gol tanpa balas.

Rebut Juara Grup A U-15, Mojang Priangan Sapu Bersih Tiga Pertandingan

Laga penentuan juara Grup A U-15 yang mempertemukan Mojang Priangan dengan Arema FC Women berlangsung dalam duel berintensitas tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Kedua tim bergegas melakukan intercept demi menguasai penguasaan bola, namun Mojang Priangan tampil lebih percaya diri dengan terus menekan Arema FC Women. Tim asal Malang, Jawa Timur itu dipaksa bertahan di sepertiga akhir lapangan. Menguasai permainan, Mojang Priangan menghadirkan peluang pertama pada menit ketujuh melalui tendangan bebas Raisya Novita Amalia. Sayang, sepakannya belum mampu membuat ancaman serius ke gawang Arema FC Women. Mojang Priangan kemudian mengandalkan variasi serangan melalui overhead pass untuk mempercepat distribusi bola melewati padatnya pertempuran di lini tengah.

Tekanan beruntun yang diberikan Mojang Priangan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-11. Berawal dari umpan Syalia Almira Qisya dari sisi kiri, sang kapten Nafeeza Ayasha Nori yang lolos dari kawalan tiga pemain belakang Arema FC Women melepaskan sepakan keras dari luar kotak penalti untuk membawa Mojang Priangan unggul 1-0.

Unggul satu gol membuat Mojang Priangan semakin leluasa mengembangkan permainan. Serangan demi serangan terus dibangun melalui sisi kiri pertahanan Arema FC Women hingga kembali membuahkan hasil pada menit ke-16. Raisya Novita Amalia berhasil memotong umpan Hafizatul Muharofiah di area pertahanan Arema FC Women sebelum melepaskan tendangan melambung yang tak mampu dijangkau penjaga gawang Kanaya Izzati Lathifa. Keunggulan 2-0 membuat Mojang Priangan semakin nyaman mengendalikan jalannya
pertandingan. Sementara setiap upaya build-up Arema FC Women kerap dipatahkan dan
langsung dibalas melalui serangan balik cepat.

Mojang Priangan nyaris menambah keunggulan pada menit ke-23 lewat sepakan keras Nafeeza Ayasha Nori. Meski bola berhasil menembus rapatnya blok pertahanan Arema FC Women, Kanaya masih sigap mengamankan gawangnya. Hingga turun minum, Arema FC Women belum mampu keluar dari tekanan dan kedudukan 2-0 tetap bertahan bagi keunggulan Mojang Priangan.

Memasuki babak kedua, Arema FC Women melakukan sejumlah rotasi pemain, termasuk di posisi penjaga gawang. Namun, Mojang Priangan l kembali mengambil inisiatif serangan dan langsung menciptakan peluang emas. Berawal dari penguasaan bola di lini tengah, Nafeeza melakukan akselerasi solo run melewati kawalan pemain Arema FC Women. Melihat ruang terbuka di depan gawang, ia melepaskan sepakan keras yang gagal diantisipasi penjaga gawang pengganti Arema FC Women Ayuningtyas Rahmasari sehingga membawa Mojang Priangan mempertebal keunggulan menjadi 3-0.

Tertinggal tiga gol, Arema FC Women mencoba bangkit dengan membangun serangan terorganisir melalui kombinasi umpan-umpan pendek. Namun, rapatnya skema bertahan Mojang Priangan membuat setiap upaya belum mampu menembus pertahanan lawan. Skuad asal Ciamis itu justru tampil tenang memainkan kombinasi operan kaki ke kaki untuk mengendalikan tempo sekaligus membongkar konsentrasi lini belakang Arema FC Women. Meski beberapa kali tekanan Mojang Priangan hanya berbuah situasi bola mati, Arema FC Women perlahan mampu memukul mundur lawannya hingga bermain lebih dalam di area pertahanan.

Memasuki sisa pertandingan, Arema FC Women beberapa kali menciptakan peluang, tetapi penyelesaian akhir yang belum maksimal masih mampu diredam rapatnya blok pertahanan Mojang Priangan. Kedua tim terus menyajikan jual beli serangan, sementara Mojang Priangan melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga intensitas permainan hingga peluit panjang dibunyikan. Skor 3-0 bertahan dan memastikan Mojang Priangan keluar sebagai juara Grup A U-15 dengan koleksi sempurna sembilan poin tanpa kebobolan sepanjang fase grup. Arema FC Women menutup penyisihan di peringkat kedua dengan enam poin. Kedua tim pun berhak melaju ke babak semifinal.

Pelatih Kepala Mojang Priangan Imam Sujagad memberikan apresiasi kepada anak didiknya dalam set play yang telah dipersiapkan tim kepelatihan. Dari tiga pertandingan selama menjalani babak penyisihan Grup A U-15, Mojang Priangan memperlihatkan konsistensi performa impresif dalam berbagai skema permainan. Terlebih pada pertandingan ini, tiga gol tercipta berkat kejelian pemain Mojang Priangan untuk melakukan tembakan di luar kotak penalti.

“Pada pertandingan ini Mojang Priangan bermain lebih enjoy dan percaya diri untuk menerapkan game plan. Pemahaman bermain itu sangat penting. Saya selalu bilang (bermain sepakbola) tidak hanya jago passing atau shooting saja tapi paham penerapannya, sehingga saat ada momen-momen tertentu mereka bisa mengambil keputusan untuk memaksimalkan peluang,” ucap Coach Imam.

Menyambut laga di semifinal, Coach Imam Sujagadmenekankan pada anak asuhnya tampil disiplin dan meminimalisir kesalahan agar rekor clean sheet dapat dipertahankan. “Kami tidak akan menghindar, tidak akan mengincar. Siapapun lawan kami, kami akan fair, kami akan respect terhadap lawan karena semua yang ada di sini tim terbaik,” tandas Coach Imam lagi.

Penggawa Mojang Priangan Raisya Novita Amalia mengaku senang teman-temannya berhasil menyajikan pertarungan menarik untuk merebut posisi juara Grup A U-15 HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026. Sepanjang babak pertama dan kedua, Mojang Priangan menunjukkan kegigihan dan transisi permainan yang cantik dari skema bertahan ke menyerang hingga bisa membukukan poin penuh. “Kami saling memberikan support dan motivasi. Komunikasi saat di lapangan sangat baik untuk melakukan build up serangan. Tadi (saat pertandingan) ada banyak momen, lalu aku scanning dan melihat ruang kosong. Sebenarnya sempat ragu akan menembak atau passing. Tapi karena keyakinan aku, akhirnya bisa cetak gol dan menang,” sebut Caca, sapaan karibnya.

Di sisi lain, Pelatih Kepala Arema FC Women Nanang Habibi tidak ambil pusing dengan kekalahan yang diderita timnya dalam match melawan Mojang Priangan. Sedari awal, ia meminta anak asuhnya untuk bermain lebih tenang. Ditambah lagi, salah satu pemain pilar mereka yakni Kesya Arabela Manisya Nian mengalami cedera di menit awal babak pertama. “Tadi kami merotasi beberapa pemain untuk memberikan menit bermain agar semua merasakan atmosfer kompetitif yang sama. Tapi absesnya kapten kami membuat pressing kurang maksimal dan distribusi bola terhambat. Alhamdulillah kami bisa melangkah ke partai semifinal. Jadi setelah ini kami akan recovery dan mengevaluasi pertandingan dari Grup B juga untuk memetakan kekuatan,” Coach Nanang menjelaskan.

Lawan mereka di semifinal masih akan ditentukan lewat matchday ketiga Grup B pada Jumat (10/7). Tiga tim yaitu Cipta Cendikia FA, Goal Aksis dan Scorpion FC masih berpeluang melaju ke babak knock-out.

Pulang dengan Kepala Tegak, Putri Surakarta Benamkan Putri Tangsel City ke Dasar Klasemen

Matchday terakhir Grup A U-15 mempertemukan Putri Surakarta dan Putri Tangsel City. Meski sudah tidak menentukan nasib di HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026, kedua tim tetap bermain dengan semangat juang tinggi sehingga menghadirkan keseruan di lapangan. Jual beli serangan langsung terjadi setelah kick off. Putri Surakarta sempat punya peluang mencetak gol lewat Ika Wonda namun sepakannya dari sisi kanan belum maksimal. Di sisi lain, Putri Tangsel City bermain lebih sabar dengan banyak mencoba membangun serangan lewat umpan pendek. Tapi, rapatnya barisan kedisiplinan para midfielder lawan membuat inisiatif serangan mentah di tengah jalan.

Putri Surakarta punya asa unggul lebih dulu lewat sepakan keras Asyifa Sholawa Farizqi di menit 19. Sayang, kesigapan kiper Putri Tangsel City dalam melakukan antisipasi membuat skor tak berubah. Setelahnya, pertarungan lebih banyak terjadi di lini tengah. Beberapa kesempatan kedua tim untuk merangsek ke pertahanan lawan tak membuahkan hasil. Skor kacamata pun bertahan sampai turun minum.

Selepas jeda istirahat, Putri Surakarta langsung menggetarkan gawang lawan. Tendangan ika Wonda dari garis tengah lapangan tak lama setelah wasit memulai laga gagal diantisipasi sempurna oleh kiper Putri Tangsel City sehingga bola masuk ke sudut kanan atas gawang. Setelah mencetak gol pertama, semangat Putri Surakarta makin terpantik untuk menciptakan angka berikutnya. Beberapa tendangan jarak jauh dilakukan oleh lini serang namun belum membuahkan hasil. Skor akhirnya berubah saat skema tendangan bebas berujung gol atas nama Madina Jawahira Putri di menit 34. Memanfaatkan skema tendangan bebas yang dikirim oleh Adinda Resti Widayanti ke muka gawang, sontekan kaki kanannya berhasil menggetarkan jala gawang.

Tertinggal dua gol, Putri Tangsel City justru makin tertekan alih-alih mengejar ketinggalan. Papan skor kembali berubah untuk Putri Surakarta setelah umpan manis Ika Wonda dari flank kanan dikonversi oleh Asyifa Sholawa Farizqi menjadi gol ketiga lewat kecerdikannya mencari celah kosong. Kemenangan Putri Surakarta pun ditutup dengan gol kedua dari Ika Wonda setelah mendapat bola liar akibat tendangan keras Asyifa Sholawa Farizqi dari luar kotak penalti yang membentur mistar atas gawang lawan.

Tetap tampil impresif di laga yang sudah tak menentukan, Pelatih Putri Surakarta, Syachban Yusuf menegaskan tetap meminta anak asuhnya mengeluarkan kemampuan terbaik melawan Putri Tangsel City. Baginya, bermain di turnamen level nasional seperti HYDROPLUS Soccer League All,-Stars adalah kesempatan besar para pemain untuk dilirik talent scouting yang bisa mengembangkan karir mereka di masa mendatang sebagai srikandi sepak bola nasional.

“Kami memang sudah dipastikan tidak lolos ke babak selanjutnya. Meskipun begitu, kami menekankan kepada semua pemain untuk mencari jam terbang di sini. Jadi, semua pemain kami beri kesempatan bermain sesuai kemampuan mereka masing-masing agar bisa mengembangkan diri mereka sendiri. Bermain di kompetisi nasional seperti ini pastinya mereka mendapatkan pengalaman yang lebih banyak, jadi secara mental juga akan terlatih. Turnamen seperti HYDROPLUS Soccer League All-Stars ini, ini menjadi wadah sekaligus tolak ukur untuk tim pembinaan seperti Putri Surakarta untuk diperhitungkan di kancah nasional,” katanya.

Tampil menonjol dengan mencetak dua gol, Ika Wonda, Penyerang Putri Solo mengaku memiliki motivasi khusus. Selain menjaga panji kehormatan tim, ia berharap pelatih Timnas U-16 Putri Indonesia melirik dirinya untuk bergabung dalam skuad pertiwi muda di ajang Srikandi Merdeka Cup, Agustus mendatang. “Pertandingan hari ini lumayan seru, karena lawan sama-sama kuat dan sama sama tidak mau kalah, syukurlah bisa mencetak gol juga. Meski gagal bawa tim ke semifinal, tapi saya juga punya target untuk bisa lolos pantauan (talent scouting) ke Srikandi Merdeka Cup,” ucap jebolan MilkLife Soccer Challenge yang sudah mendapat satu tempat di sebagai wakil skuad Indonesia di ajang Singa Cup 2026 November mendatang.

Motivasi yang sama juga dirasa oleh Asyifa Sholawa Farizqi, Striker Putri Surakarta yang mencetak satu gol dan menjadi motor serangan timnya di pertandingan hari ini. “Yang pertama, yang membuat saya semangat adalah adanya dukungan dari Coach, teman-teman, dan juga orang tua. Yang kedua, pertandingan ini dimainkan di Kudus, yang merupakan kota kelahiran saya meskipun bermain membela tim luar kota. Dan yang ketiga, adanya tim talent scouting membuat saya terpilih masuk ke Srikandi Merdeka Cup karena itu target saya secara pribadi,” kata penyerang bernomor 11 itu.

Sementara itu, Pelatih Putri Tangsel City, Andrian, tetap mengapresiasi anak asuhnya meski gagal mendulang poin di tiga laga fase grup HYDROPLUS Soccer League 2025/2026. Dalam pandangannya, bersaing di kompetisi level tinggi memberikan banyak pelajaran untuk perkembangan tim, khususnya dalam aspek mental bertarung karena intensitas pertandingan yang tinggi di setiap laganya. “Saya tetap mengapresiasi perjuangan mereka. Hasil ini menjadi bahan pelajaran berharga yang harus banyak kami pelajari dan tingkatkan ke depannya. Kami menerima bahwa ini adalah proses terbaik untuk perkembangan mereka dan tim Putri Tangsel. Mereka jadi tersadar bahwa di level nasional ini ternyata banyak sekali tim-tim hebat yang bertanding. Hal ini melatih mental mereka agar tidak mudah kendur di lapangan, dan itu menjadi poin utama yang terus kami tekankan kepada para pemain,” ujarnya.

Merujuk pernyataan sang pelatih, Aisha Kalyana Nugroho, Penggawa Putri Tangsel City menilai sebenarnya perkembangan tim sudah terlihat di setiap pertandingan. Ia pun optimis untuk menatap turnamen selanjutnya. “Kalau menurut aku, kami semua sudah berkembang jika dibandingkan dari pertandingan pertama sampai pertandingan hari ini. Mental kami sudah tidak gugup seperti awal laga saat kami masih proses adaptasi. Terbukti hari ini kami semua bermain maksimal. Jadi di sini kami sama-sama belajar dan bisa mendapatkan banyak pengalaman baru karena bertemu dengan pemain pemain hebat yang berbeda karakter,” ujar pemain yang berposisi sebagai center back itu.

Kalahkan Tigers Football Academy, Putri JP Jakarta Melangkah ke Semifinal

Demi mengamankan tiket semifinal, Putri JP Jakarta dan Tigers Football Academy bertarung dengan daya juang tinggi di matchday terakhir Grup B U-18. Dengan koleksi poin yang sama, yakni empat angka, kedua tim langsung menyuguhkan duel berintensitas tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Perebutan penguasaan bola berlangsung ketat di lini tengah, sementara kedua tim silih berganti mematahkan alur serangan lawan.

Putri JP Jakarta lebih dulu mengandalkan tempo permainan cepat guna membongkar pertahanan Tigers Football Academy. Lini depan mereka beberapa kali mampu menembus sepertiga akhir lapangan dan menciptakan ancaman. Peluang terbaik hadir pada menit kelima saat Lareina Ramira Savvy mengeksekusi tendangan bebas dari sisi kiri. Bola yang mengarah ke gawang masih mampu diamankan dengan sempurna oleh penjaga gawang Tigers Football Academy, Kheysa Bunga Alkalivi.

Tigers Football Academy merespons melalui serangan balik yang dibangun dengan rapi hingga menembus beberapa lapis pertahanan Putri JP Jakarta. Namun, peluang yang diperoleh belum mampu dikonversi menjadi gol. Dinda Yosephine Manurung sempat mendapat kesempatan melalui tendangan bebas pada menit ke-14, tetapi masih membentur blok pertahanan. Begitu pula percobaan Fiorenza Shabira Yudhana dan Michel Putri Arifiana yang belum mampu menembus gawang Putri JP Jakarta yang dijaga Fathia Neeza.

Memasuki pertengahan babak pertama, Tigers Football Academy mulai mengambil alih kendali permainan dan memaksa Putri JP Jakarta lebih banyak bertahan di wilayahnya sendiri. Di bawah komando sang kapten Rengganis Widjanarko, Putri JP Jakarta berusaha keluar dari tekanan melalui kombinasi operan kaki ke kaki. Namun, transisi bertahan Tigers Football Academy yang disiplin membuat setiap upaya hanya menghasilkan situasi bola mati. Hingga tambahan waktu tiga menit berakhir, kedua tim belum mampu memecah kebuntuan dan skor 0-0 tetap bertahan saat turun minum.

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. Putri JP Jakarta langsung menekan pertahanan Tigers Football Academy dan menciptakan kemelut di depan gawang. Tekanan tersebut berbuah gol pada menit ke-39. Berawal dari bola pantul hasil sapuan pemain belakang Tigers Football Academy, Kikka Putri Ramadani yang berada di posisi ideal langsung melepaskan sepakan terarah. Bola meluncur melewati antisipasi penjaga gawang Kheysa Bunga Alkalivi dan mengubah papan skor menjadi 1-0.

Keunggulan tersebut membuat Putri JP Jakarta semakin percaya diri menguasai jalannya pertandingan. Di sisi lain, Tigers Football Academy memperkuat lini pertahanan sembari menunggu peluang melancarkan serangan balik. Memasuki penghujung laga, tensi pertandingan semakin memanas dengan duel-duel sengit yang tersaji di hadapan penonton SuperSoccer Arena, Kudus.

Tambahan waktu empat menit dimanfaatkan Tigers Football Academy untuk meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. Namun, disiplin lini belakang Putri JP Jakarta mampu meredam setiap ancaman hingga peluit panjang dibunyikan. Kemenangan tipis 1-0 memastikan Putri JP Jakarta berstatus juara Grup A-18.

Selama laga penyisihan grup berlangsung, Putri JP Jakarta sukses mengantongi 7 poin. Pelatih Kepala Putri JP Jakarta Herry Susilo mengapresiasi kontrol permainan yang disajikan skuad asuhannya di lapangan hijau. Membangun serangan secara progresif dan terstruktur, Putri JP Jakarta bisa keluar dari tekanan intens dan mengamankan tiket menuju semifinal.

“Dari awal kami sudah menginstruksikan bahwa ambil poin penuh, membuat gol secepat mungkin agar tim lebih nyaman dan dapat menikmati. Tapi ternyata memang lawan juga solid akhirnya kami sempat kesulitan juga. Alhamdulillah di babak kedua tercipta gol. Inilah permainan Putri JP Jakarta, tidak terburu-buru. Insya Allah kami akan melatih untuk persiapan semifinal tapi lihat dulu siapa lawannya. Kami tekankan ‘berlatihlah seperti bertanding, bertandinglah seperti berlatih’,” ucap Coach Herry.

Midfielder Putri JP Jakarta, Lareina Ramira Savvy, mengatakan bermain tanpa beban saat menghadapi Tigers Football Academy, terlepas harus merebut tiga poin penuh untuk lolos ke babak semifinal. Menang menjadi kata yang menggambarkan visi Putri JP Jakarta dalam mengarungi turnamen HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026.

“Kami sebagai tim punya target yang ingin dicapai bersama-sama. Kami punya set piece yang bisa dipakai, kami semua ingin mencetak gol. Tapi kami tidak boleh egois dan harus mementingkan tim dulu. Pertandingan kali ini, tim kami sudah fokus dengan tujuan awal kita yaitu menang. Instruksi dari pelatih yaitu, main yang bagus, cetak gol dan menang,” kata Reina, sapaan akrabnya.

Sementara, gagal di fase grup tak membuat skuad Tigers Football Academy mengendurkan motivasi untuk mempersiapkan musim selanjutnya. Pelatih Kepala Agustina Indah Mahardika menyebut, berlaga di panggung nasional memberikan pengalaman berharga agar para pemain yang masih di usia remaja ini memiliki mentalitas tanding yang kompetitif.

“Kami mengevaluasi hasil pertandingan di fase grup. Perlu digaris bawahi ada perkembangan positif untuk pemain kami, yakni mental mereka. Untuk bisa sampai di putaran nasional ini kami tidak hanya mempersiapkan fisik tapi juga strategi, taktik dan lain-lain. Jadi terlepas dari kami lolos atau tidak, kami memanfaatkan semaksimal mungkin dengan mengevaluasi yang menjadi kesalahan di pertandingan sebelumnya. Hal ini akan menjadi pedoman saya untuk ke depan bisa membawa tim lebih baik lagi. Kami akan memberi mereka motivasi bahwa ini bukan akhir segalanya,” ucap Coach Tina.

Midfielder Tigers Football Academy Fiorenza Shabira Yudhana memetik pelajaran berharga selama melakoni tiga pertandingan fase grup dan bertemu dengan tim terbaik dari regional lainnya. Enza, sapaan akrabnya, mengaku tiga laga di fase grup akan menjadi bahan evaluasi pribadi untuk meningkatkan kemampuan diri dalam bermain sepakbola. “Kerjasama dan pola permainan kami sudah bagus. Tapi bola kan bundar, jadi kita tadi tertinggal di babak kedua. Cukup mengecewakan, setidaknya kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Meski kalah, masih ada asa untuk dilirik tim talent scouting buat timnas. Pastinya aku challenge diriku untuk terus upgrade skill dan termotivasi jadi yang terbaik,” tutur Enza.

Salip Tigers Football Academy di Klasemen Akhir, Putri Garut Lolos ke Semifinal

Sengitnya persaingan sangat terasa di papan klasemen Grup A U-18. Usai Putri JP Jakarta
memastikan diri sebagai juara grup, posisi dua dan tiga klasemen diisi oleh Tigers Football
Academy (4 poin) dan Putri Garut (2 poin). Alhasil, misi mengalahkan Putri Batang menjadi
harga mati bagi Putri Garut demi mengamankan status runner-up dan melaju ke semifinal.
Target ini ditunaikan dengan baik oleh anak asuh Coach Depi Kuspriansyah dengan
mengalahkan Putri Batang 3-0.

Di awal laga, Putri Garut justru lebih dulu mendapat tekanan dari Putri Batang. Tak lama setelah peluit sepak mula dibunyikan, mereka langsung mengancam lewat Anggun Eka Kumala Sari melalui situasi sepak pojok. Namun bola lambung yang mengarah ke kotak penalti masih mampu disapu lini belakang Putri Garut. Menumpuk lebih banyak pemain di tengah, Putri Garut perlahan keluar dari tekanan dengan direct ball yang langsung ditujukan ke kotak penalti.

Upaya progresif skuad asal Garut dalam mengalirkan bola akhirnya membuahkan hasil pada menit 7. Berawal dari kemenangan duel di lini tengah, kombinasi skema umpan satu-dua disambut Irna di depan mulut gawang. Tanpa ragu, Irna melepaskan sepakan terarah ke kiri gawang yang tak mampu dijangkau penjaga gawang kiper Miftaviani Nikita Wulandari. Unggul satu gol, Putri Garut semakin nyaman untuk menekan. Mendapat keuntungan sepak pojok yang berbuah kemelut, Putri Garut menambah pundi gol melalui kaki Reina Melisha di menit 10. Putri Garut hampir memperlebar jarak dari solo run Irna namun bisa dihalau kiper, sementara peluang Ayu Wulan Agustin yang mendapat bola muntah juga belum bisa terselesaikan sempurna.

Tertinggal dua gol, Putri Batang mencoba mengatur tempo permainan. dan bisa keluar dari tekanan serta mengatur pola serang. Namun, rapatnya lini tengah lawan membuat mereka kesulitan menembus garis pertahanan. Satu-satunya peluang Putri Barang memperkecil keadaan di babak pertama didapat dari Jimbaran Jihan Jauhari, tapi tendangannya dari luar kotak penalti masih melambung tinggi.

Di babak kedua, pertarungan lebih banyak terjadi di garis lapangan tengah. Tetap dominan menguasai permainan, Putri Garut hanya bisa menambah satu gol tambahan. Memanfaatkan celah kosong di lini pertahanan lawan, kecepatan Irna mampu memaksimalkan umpan terobosan dari Ayu Wulan Agustin dan membuat skor berubah menjadi 3-0 di menit 54. Setelah itu, ada beberapa peluang yang kembali hadir dari Putri Garut lewat transisi antar lini serta kecepatan Irna, namun sayang tak ada gol tambahan dan skor bertahan hingga ujung laga.

Pelatih Kepala Putri Garut, Depi Kuspriansyah mengapresiasi anak asuhnya yang bisa tampil maksimal memetik tiga poin. Masih ada aspek minor yang harus diperbaiki, tapi secara keseluruhan anak asuhnya sudah bermain sesuai dengan strategi yang dijalankan untuk lolos ke semifinal. “Alhamdulillah hari ini tiga poin dan sesuai dengan apa yang ditargetkan dan anak-anak bisa meresponnya dengan sangat luar biasa. Kami menganalisis dari pertandingan pertama imbang melawan Tigers Football Academy, mereka juara dari Surabaya dan itu tolok ukur kami, berarti kami mampu. Tapi kami realistis dulu dari match pertama dan match kedua kami sukses dua poin, dan match ketiga kami yakin anak-anak bisa menang dan alhamdulillah bisa ke semifinal. Ke depan pun saya sangat yakin anak-anak bisa karena kami mempunyai misi tersendiri, kami tidak mengusung sepak bola cantik, yang penting bisa mendapat kemenangan saja,” katanya.

Di sisi lain, Irna, Penyerang Putri Garut mengaku bersyukur bisa berperan membawa timnya melangkah lebih jauh di HYDROPLUS Soccer League 2025/2026. Percaya sepenuhnya dengan arahan pelatih, ia pun optimis menatap laga semifinal, siapa pun lawan yang dihadapi. “Syukur alhamdulillah kami mendapatkan tiga poin hari ini, dan kami harus fokus lagi buat pertandingan selanjutnya. Memang buat pertandingan satu dan dua, kami difokuskan untuk defense, baru pertandingan terakhir kami ditekankan buat menyerang. Dan alhamdulillah kita bisa mendapatkan tiga poin. Insyaallah yakin untuk pertandingan berikutnya bisa menang lagi,” kata Irna yang sukses mengoleksi dua gol di tabel top scorer.

Sementara itu, Manager Putri Batang, Yayan Prasetyo mengatakan jika anak asuhnya memang kalah dari segi kualitas dengan para pesaingnya di Grup A. Meski begitu, keterlibatan timnya di ajang besar seperti HYDROPLUS Soccer League menempa semangat tanding para pemain untuk menghadapi laga-laga berat ke depannya. “Mungkin memang kami kalah kualitas, itu saya akui dari pertandingan pertama sampai hari ini. Tapi anak-anak meneruskan progres yang sangat baik dari awal sampai akhir. Kemudian mereka juga sudah siap kalah, dan pertandingan kali ini pun kami coba untuk belajar sehingga di turnamen selanjutnya kita bisa lebih siap lagi,” katanya.

Risma Ayu Tafti’ah, Pemain Tengah Putri Batang juga menyadari kekurangan timnya dalam mengorganisasi permainan. Selain itu, secara endurance, stamina rekan-rekannya juga mudah terkuras dengan intensitas pertandingan yang lebih tinggi. “Untuk saya pribadi, mental harus lebih kuat lagi untuk menghadapi lawan-lawan yang berat. Terus fisik juga harus ditambah lagi, serta teknik-teknik juga harus ditingkatkan lagi. Tapi kami sudah memberikan yang terbaik di lapangan. Walaupun hasilnya kurang memuaskan, setidaknya kami sudah memberikan yang terbaik di lapangan,” ucapnya.

(Jimmy)