Buseronlinenews

Pertunjukan Wayang Kulit Ramaikan Santunan Anak Yatim Pada Tradisi 10 Muharram Asyura di Pengkolrejo Blora

Buseronlinenews.com // Blora – Suasana penuh khidmat, penuh kebersamaan, dan penuh kepedulian sosial terasa di Lapangan Dukuh Jajar, Desa Pengkolrejo, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Warga bersama tokoh masyarakat dan para donatur menggelar kegiatan rutin tahunan 10 Muharam Asyura yang dirangkai dengan tali asih berupa santunan kepada anak yatim piatu, Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan yang digagas oleh donatur Dukuh Jajar, Mbah Karman Sontoloyo bersama masyarakat Desa Pengkolrejo tersebut menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan warga. Selain sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Ratusan warga dari Dukuh Jajar dan sekitarnya turut hadir dalam kegiatan tersebut. Hadir pula tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta berbagai unsur masyarakat yang ikut mendukung dan menyukseskan jalannya acara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Kepala Dusun Jajar, Sutomo, selaku perwakilan donatur Mbah Karman Sontoloyo. Setelah itu acara dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu.

Dalam kegiatan sosial tersebut, sebanyak 38 anak yatim, piatu dan yatim piatu warga Desa Pengkolrejo menerima santunan. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian donatur dan masyarakat Dukuh Jajar terhadap warga yang membutuhkan.

Sutomo, selaku panitia kegiatan dan Mbah Karman Sontoloyo selaku perwakilan donatur menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan 10 Muharam Asyura yang terus mendapat dukungan dan antusiasme dari masyarakat.

“Momentum 10 Muharam Asyura ini merupakan kegiatan yang sangat sakral dan sudah menjadi tradisi tahunan di Dukuh Jajar. Alhamdulillah seluruh warga Desa Pengkolrejo sangat antusias dan ikut mendukung agar kegiatan ini terus berjalan,” ujarnya saat ditemui Buseronlinenews.com di sela-sela acara.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang berkumpul, namun juga menjadi wadah memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan antarwarga.

“Semoga kegiatan ini terus berkembang dan bisa memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Tidak hanya santunan, acara tersebut juga di meriahkan dengan berbagai hiburan untuk masyarakat. Musik orgen tunggal juga turut meramaikan acara tersebut. Tak hanya itu, pada malam harinya masyarakat di hibur pagelaran wayang kulit Ringgit Purwo.

Pertunjukan wayang kulit tersebut menghadirkan dalang kondang dari Solo, Ki Bayu Aji Pamungkas, serta pelawak Gareng dari Semarang, dengan lakon “Gatotkoco Kolo Joyo.”

Kehadiran Gareng dari Semarang bersama pelawak lokal Blora sangat menghibur masyarakat yang hadir, dengan diiringi alunan gamelan yang membuat suasana semakin semarak.

Acara malam tersebut juga mendapat perhatian dari sejumlah pejabat daerah. Turut hadir dalam acara tersebut, selain Kepala Desa Pengkolrejo juga Bupati Blora, Polres Blora, Camat Blora, Camat Japah, jajaran Polsek Japah, serta sejumlah pejabat lainnya.

Sutomo berharap, tradisi 10 Muharam Asyura ini dapat terus dipertahankan dan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang.

“Harapan kami, kegiatan ini tetap berjalan, semakin maju, dan semakin banyak memberikan manfaat bagi masyarakat. Semoga donatur Mbah Karman Sontoloyo bersama warga Dukuh Jajar Desa Pengkolrejo selalu kompak dan kegiatan ini semakin berkembang,” pungkasnya.

Kegiatan 10 Muharam Asyura di Dukuh Jajar Desa Pengkolrejo berlangsung aman, lancar, dan penuh kebersamaan. Tradisi tersebut menjadi bukti nyata semangat berbagi serta kuatnya tali silaturahmi masyarakat dalam menjaga nilai sosial dan budaya di lingkungan desa.( Wg/Hr ).