BuseronlineNews.com // Teluk Bintuni, Papua Barat — Upaya pendekatan persuasif dan humanis yang dilakukan Satgas Pamtas Yonif 410/Alugoro membuahkan hasil.
Sebanyak 37 orang yang sebelumnya tergabung dalam kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyatakan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Kamis (25/6/2026).
Dari jumlah tersebut, dua di antaranya merupakan pimpinan kelompok, yakni Komandan Batalion Ovir Kodap IV Sorong Raya Simon Orocomna dan Komandan Batalion Sair Kodap IV Sorong Raya Paulinus Muuk.
Keduanya bersama 35 anggota lainnya menyerahkan diri beserta keluarga mereka di Pos Mayerga Satgas Pamtas Yonif 410/Alugoro, Kampung Mayerga, Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.
Prosesi kembalinya 37 eks anggota OPM tersebut menjadi momentum penting setelah melalui proses komunikasi dan pendekatan selama kurang lebih enam bulan.
Pendekatan yang mengedepankan sisi kemanusiaan, keamanan, serta kesejahteraan masyarakat menjadi kunci dalam membangun kepercayaan hingga mereka memutuskan kembali bergabung dalam kehidupan masyarakat bersama NKRI.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengucapan ikrar setia kepada NKRI serta penyerahan simbol-simbol kelompok berupa bendera bintang kejora dan sejumlah senjata.
Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III) Letjen TNI Lucky Avianto di Lapangan Makodam XVIII/Kasuari.

Acara tersebut turut dihadiri Komandan Yonif 410/Alugoro, Gubernur Papua Barat, Pangdam XVIII/Kasuari, Kabinda Papua Barat, Ketua DPR Papua Barat, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Prosesi kembalinya saudara-saudara kita beserta keluarga sebanyak 37 orang berlangsung cukup panjang, sekitar enam bulan. Semua dilakukan dengan pendekatan persuasif, humanis, penuh kesabaran, hingga muncul kesadaran dari mereka untuk memilih masa depan yang lebih baik bagi keluarga,” ujar Letjen TNI Lucky Avianto.
Sebelumnya, melalui komunikasi yang intensif antara Satgas Yonif 410/Alugoro dengan anggota Kodap IV/Sorong Raya, tercapai kesepakatan untuk menerima dan menjemput para anggota beserta keluarga mereka di Pos Mayerga Satgas Yonif 410/Alugoro.
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan secara simbolis enam pucuk senjata api sebagai barang bukti. Salah satu senjata yang diserahkan diketahui merupakan senjata organik milik aparat yang sebelumnya sempat digunakan dalam aksi penyerangan terhadap aparat keamanan.
Dengan kembalinya 37 eks anggota OPM ke NKRI, diharapkan situasi keamanan di Kabupaten Teluk Bintuni dan wilayah Papua Barat semakin kondusif.
Ke depan, masyarakat diharapkan dapat menjalani kehidupan yang lebih aman, damai, serta ikut mendukung pembangunan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. ( Humas Yonif 410/Alugoro Blora ).







