CIANJUR – Suasana kebersamaan dan dialog hangat mewarnai pelaksanaan masa reses III tahun sidang 2025-2026 yang digelar Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil Jabar IV, H. Onie Soerono Sandi, SE, di Aula Desa Sukamekar, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Jumat (12/6/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pengurus Partai NasDem Kabupaten Cianjur, DPC Kecamatan Sukanagara, Ketua BPD Desa Sukamekar Agus Kusnadi, serta puluhan warga setempat yang antusias menyampaikan aspirasi.
Dalam forum reses yang terbuka dan interaktif tersebut, masyarakat tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyuarakan sejumlah persoalan mendasar yang mereka hadapi sehari-hari. Dua isu utama yang mengemuka adalah keinginan warga untuk mengalihkan kepesertaan BPJS Mandiri ke BPJS Gratis (PBI – Penerima Bantuan Iuran), serta kendala permodalan yang membelenggu para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Sukanagara.
Mendengarkan dengan saksama, H. Onie memberikan respons yang lugas sekaligus solutif. Ia menjelaskan secara rinci mekanisme peralihan BPJS Mandiri ke BPJS Gratis, yang selama ini kerap membingungkan masyarakat.
“BPJS Mandiri dapat beralih ke BPJS Gratis, namun dengan catatan bahwa seluruh tunggakan iuran BPJS Mandiri harus dilunasi terlebih dahulu melalui skema cicilan yang telah diatur. Ini adalah kebijakan nasional yang harus dipatuhi,” ujar H. Onie di hadapan warga.

Lebih lanjut, politisi yang akrab disapa kang Onie ini juga mengungkapkan fakta mengejutkan terkait kepesertaan BPJS Gratis yang nonaktif. “Bagi warga yang sudah memiliki BPJS Gratis namun tiba-tiba tidak aktif, saya minta untuk mengecek perilaku anggota keluarga. Misalnya, ada yang terlibat judi online, atau anak dalam keluarga tersebut sudah bekerja dan memiliki penghasilan. Dua kondisi ini secara otomatis membuat status BPJS Gratis menjadi nonaktif karena dianggap sudah mampu,” paparnya dengan tegas.
Penjelasan ini sontak mengundang perhatian serius dari warga, yang kemudian ramai bertanya soal tata cara pelaporan dan verifikasi data.
Sementara itu, Ketua BPD Desa Sukamekar, Agus Kusnadi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran langsung wakil rakyat di tengah komunitasnya. Menurutnya, reses seperti ini bukan sekadar formalitas, tetapi bukti nyata bahwa suara warga Desa Sukamekar didengar dan diperjuangkan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Onie yang telah meluangkan waktu untuk turun langsung. Kami berharap semua masukan dan keluhan warga, terutama soal BPJS dan permodalan UMKM, bisa benar-benar ditindaklanjuti. Ini untuk kesejahteraan warga Desa Sukamekar dan sekitarnya,” ujar Agus dengan penuh harap.
Reses ini menjadi bukti komitmen DPRD Provinsi Jawa Barat, khususnya H. Onie Soerono Sandi, dalam menjalankan fungsi penyerapan aspirasi secara langsung dan responsif. Warga pun berharap, tindak lanjut konkret akan segera dirasakan, terutama dalam bentuk pendampingan administrasi BPJS dan akses permodalan UMKM yang lebih berpihak pada rakyat kecil.
(Oding/Jib)







