SIBORONGBORONG – Di tengah berbagai program bantuan sosial yang terus disalurkan pemerintah, kisah seorang nenek sebatang kara di Desa Sitampurung, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, menyita perhatian dan mengundang keprihatinan.
Rosma Simbolon 67, seorang janda lanjut usia yang hidup sendiri dalam keterbatasan ekonomi dan kerap mengalami gangguan kesehatan, diketahui belum pernah menikmati berbagai program bantuan yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.
Berdasarkan hasil penelusuran awak media, nama RS tidak tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Akibatnya, ia tidak menerima bantuan pangan pemerintah, tidak pernah memperoleh BLT Dana Desa, dan hingga saat ini masih membayar iuran BPJS Kesehatan secara mandiri.
Dengan mata berkaca-kaca, RS mengaku sering mendengar kabar tentang bantuan yang diberikan pemerintah kepada warga kurang mampu. Namun bantuan tersebut tak pernah ia rasakan.
“Saya sering dengar ada bantuan dari pemerintah untuk masyarakat yang susah. Tapi sampai sekarang saya tidak pernah menerima. Kadang saya bertanya dalam hati, apa saya memang tidak dianggap layak, atau kenapa nama saya tidak pernah masuk sebagai penerima bantuan,” ungkap RS kepada awak media 5/6/2026 .
Ucapan sederhana itu menggambarkan kekecewaan sekaligus harapan seorang nenek yang selama ini berjuang menjalani hidup seorang diri di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi kesehatan yang terus menurun.
Hasil pengecekan kepada operator DTKS Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Utara menunjukkan bahwa nama RS memang belum terdaftar dalam DTKS maupun kategori Desil 0 yang menjadi dasar penyaluran berbagai program bantuan sosial pemerintah.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, kondisi tersebut diduga terjadi karena RS luput dari proses pendataan pada periode pemerintahan desa sebelumnya. Namun saat ini, datanya telah diajukan ke Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Utara untuk diverifikasi dan diusulkan sebagai penerima manfaat program bantuan sosial.
Kepala Desa Sitampurung, A. Lumbantoruan, menyampaikan apresiasi atas informasi yang diberikan masyarakat dan awak media. Ia memastikan pihak desa akan melakukan penelusuran dan koordinasi dengan instansi terkait agar warga yang benar-benar membutuhkan tidak lagi terlewat dari program bantuan pemerintah.
Sementara itu, Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, menyatakan pihaknya akan melakukan pembaruan data penerima manfaat setelah memperoleh data yang lengkap dan valid.
Kisah RS menjadi pengingat bahwa di balik data dan laporan penyaluran bantuan, masih ada warga yang hidup dalam kesulitan dan menanti perhatian. Masyarakat berharap pemerintah dapat terus melakukan pendataan secara cermat dan menyeluruh agar bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan.
(Togar)







