TARUTUNG – Warga Kabupaten Tapanuli Utara belakangan ini dihebohkan dengan dugaan maraknya panggilan telepon gelap yang mengarah pada aksi penipuan. Sejumlah warga bahkan mulai mencurigai sumber aktivitas tersebut diduga berasal dari dalam Rutan Tarutung.
Informasi tersebut langsung di konfirmasi sejumlah media kepada Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Tarutung, Azis Idris. Namun saat itu, pihak KPR sampai saat ini belum memberikan jawaban atas dugaan tersebut.
Juga sama halnya,Kepala Rutan Tarutung Evan Yudha Putra Sembiring enggan memberikan jawaban saat dikonfirmasi atas dugaan terkait maraknya telpon yang bermodus penipuan,disebut diduga berasal dari Rutan Tarutung,dan bahkan diduga adanya marak peredaran Narkoba dan Minuman jenis Tuak,apakah benar hal itu terjadi di Rutan Tarutung Bang ?
Lain halnya pegawai Rutan Tarutung Fadli yang juga mantan Humas Rutan Tarutung,saat dikonfirmasi atas dugaan terkait maraknya telpon yang bermodus penipuan,disebut diduga berasal dari Rutan Tarutung,dan bahkan diduga adanya marak peredaran Narkoba dan Minuman jenis Tuak,apakah benar hal itu terjadi di Rutan Tarutung Bang ?
“Selamat sore bang. Terkait informasi yang abang sampaikan tersebut tidak benar bang”.jawabnya dengan singkat.
Sebelumnya baru-baru ini,
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, memberlakukan larangan keras dan komitmen mutlak untuk membersihkan Lapas dan Rutan dari peredaran narkoba dan praktik penipuan. Pelanggaran tersebut ditindak tegas, termasuk bagi pegawai yang terlibat.
Mengutip pernyataan oleh Agus Adrianto Menteri Imipas telah mengungkap dan memberantas sindikat penipuan love scamming bernilai miliaran rupiah yang melibatkan ratusan narapidana di Rutan Kelas II B Kotabumi. Napi yang terbukti terlibat terancam kehilangan remisi dan hak bebas bersyarat.
Menteri Agus menegaskan tidak ada toleransi bagi pegawai Kementerian Imipas yang terlibat dalam peredaran narkoba atau pelanggaran lainnya.
(TOGAR)







