Blora – Desa Bedingin, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, kembali dipenuhi suasana suka cita dalam perayaan Sedekah Bumi tahun 2026. Acara yang menjadi tradisi tahunan warga ini berlangsung meriah selama beberapa hari, memadukan unsur olahraga, keagamaan, dan kesenian tradisional Jawa sebagai wujud syukur atas hasil bumi dan harapan untuk keselamatan desa.
Kemeriahan dimulai dengan turnamen bola voli antar RT se-Desa Bedingin. Lapangan desa menjadi saksi semangat sportivitas warga dari berbagai rukun tetangga.
Setelah pertandingan sengit, RT 02/02 keluar sebagai juara pertama, sementara RT 05/01 meraih posisi kedua. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat silaturahmi antarwarga lintas RT.
Puncak kegiatan keagamaan diisi dengan pengajian akbar yang mendatangkan pembicara kondang KH. Saifulloh Zahwan dari Pati.

Dengan gaya dakwah yang menyejukkan, beliau mengingatkan warga akan pentingnya bersyukur, menjaga kerukunan, dan merawat lingkungan sebagai titipan Allah SWT.
Ratusan warga dari berbagai usia memadati lokasi pengajian, larut dalam lantunan doa dan tausiyah yang disampaikan.
Untuk menjaga warisan budaya, panitia juga menghadirkan pertunjukan tayub / langen beksan sebagai bentuk nguri-nguri kabudayan Jawa.
Denting gamelan dan gerakan penari membuat suasana semakin hidup, mengundang warga dari tua hingga muda untuk ikut larut dalam kegembiraan.
Malam hari ditutup dengan pementasan Ketoprak Wahyu Manggolo dari Pati yang sukses menghibur dan membuat warga tertawa sekaligus merenung melalui kisah-kisah moral yang dibawakan.
Ketua Panitia Sedekah Bumi Desa Bedingin, Sucipto, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas partisipasi seluruh elemen masyarakat.
“Acara ini bisa berjalan lancar karena semangat guyub rukun dan gotong royong warga Desa Bedingin. Terima kasih juga kami sampaikan kepada para donatur, khususnya Bos Ayam Potong dan Ayam Telor yang telah ikut membantu menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya.
Kepala Desa Bedingin, Sunyoto, dalam sambutannya mengajak warga untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan tidak melupakan nilai-nilai tradisi.
“Mari kita jaga guyub rukun ini. Saya doakan masyarakat Desa Bedingin selalu diberi kesehatan, seger waras, gemah ripah loh jinawi. Semoga tanaman kita dijauhkan dari serangan hama, khususnya hama tikus. Amin,” tuturnya yang disambut aamiin oleh warga.
Acara ini juga dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Kecamatan Todanan, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap kegiatan masyarakat yang positif dan melestarikan budaya lokal.
Di akhir acara, Panitia Sucipto menyampaikan imbauan penting kepada para pedagang yang datang dari Pati, Blora, dan Grobogan.
“Kami mohon kepada para pedagang, apabila ada oknum yang meminta pungutan liar mengatasnamakan panitia, jangan dilayani. Segera laporkan kepada panitia agar bisa kami tindak lanjuti,” tegasnya.
Menutup rangkaian kegiatan, panitia berharap Sedekah Bumi tahun 2027 mendatang dapat digelar lebih meriah dan melibatkan lebih banyak partisipasi warga. Tradisi ini diharapkan terus hidup sebagai perekat sosial dan identitas budaya Desa Bedingin.
(Yd/Hr )







