Buseronlinenews

Benarkah Karena Tekanan Keluarga, Bupati Cianjur Minta Cepat Meninggal

Cianjur – Pernyataan Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian:

“Ingin secepatnya meninggal dunia dan masuk surga” menimbulkan beragam pendapat.

Menurut Beny Budianto BES Cianjur, ada yang tidak beres dalam pengelolaan keuangan milik rakyat tersebut.

“Sepertinya uang warisan milik nenek moyang mereka. Begitu juga dalam penempatan jabatan lewat mutasi rotasi sepekan yang lalu tidak mengacu kepada kelayakan berdasarkan Baperjakat dan fit and proper test.”

Pernyataan bupati, tandas Beny, “rasanya ingin mati” adalah ungkapan yang sesungguhnya terjadi dan dialami oleh Bupati Wahyu Ferdian.

“Jika tidak mengalami tekanan dari pihak keluarga besarnya, tidak mungkin terlontar,” tandas Beny yang akrab disapa Beny Humanika.

Beny menyarankan, sebaiknya segera mengundurkan diri daripada terjadi aksi KPK jilid 2.

Di tempat terpisah, Sekjen MARAK Alam Abubakar, BE melihat pengakuan Bupati Wahyu pasti ada latar belakang kecewa.

“Ada indikasi tekanan dari keluarga besarnya untuk ikut campur dalam mengambil kebijakan,” jelas Alam.

Sementara, Ketua Yayasan LBHC, O. Mahendra berpendapat harusnya bupati menjalankan UU No. 28 Tahun 1999 tentang pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN.

(TIM)