BuseronlineNews.com // Blora – Sedekah bumi yang rutin di gelar pada setiap tahun oleh warga masyarakat Dukuh Soronini Desa Sonokulon Kecamatan Todanan Blora Jawa Tengah, pada bulan Apit ( Zulkaidah ) dan pada hari Kamis Paing, merupakan acara ritual tradisional turun temurun sejak nenek moyang mereka
Dari tahun ke tahun pelaksanaannya nampak berbeda, dan yang pasti semakin meriah. Tahun ini selain do’a bersama dan rebutan gunungan di puncak acara, kirab budaya dan kirab gunungan mewarnai acara sedekah bumi tahun 2026
Berbagai bentuk gunungan di tampilkan dalam acara kirab yang di gelar dengan mengambil start dari Balai Desa Sonokulon dan berakhir di Punden Putat, yang di sebut sebut sebagai cikal bakal Dukuh Soronini Desa Sonokulon, Kamis ( 30/04/2026 ).
Acara arak arakan budaya dan gunungan di ikuti oleh seluruh warga masyarakat dengan lebih kurang 10 gunungan dari masing masing RT dan RW lingkungan desa setempat.

Kepala Desa Sonokulon Wahyudi dalam sambutannya mengatakan bahwa, sedekah bumi yang rutin di gelar setiap tahun merupakan wujud rasa syukur warga kepada Allah SWT atas limpahan rejeki yang telah di rasakan
” Ini merupakan salah satu wujud rasa syukur warga Sonokulon, khususnya Dukuh Soronini. Hasil pertanian melimpah.” katanya
Selain itu, melalui acara sedekah bumi, juga lebih mempererat tali silaturahmi antar warga, tetap menjaga hubungan baik dengan alam dan menjaga serta melestarikan nilai nilai budaya lokal
Turut mendukung dan meramaikan acara sedekah bumi tersebut yakni pagelaran wayang kulit oleh Ki Nuryanto dari Blora dengan cerita ” Turunnya Sandang Pangan “.
Acara di akhiri dengan do’a bersama di punden untuk memohon berkah keselamatan, keberhasilan dan rejeki yang melimpah kepada Allah SWT, yang di teruskan dengan rebutan gunungan yang di percaya sebagai simbol perolehan rejeki.
Acara berjalan lancar dan di hadiri oleh seluruh warga masyarakat, pengurus RT, pengurus RW, perangkat desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Sonokulon. ( Hrt/ Wgm ).







