Buseronlinenews

Dugaan Dugem Oknum Kepsek Mencuat, Kerja Sama Dengan Rekanan Lama Diduga Terjalin Kembali

TAPUT – Dugaan kerja sama kemitraan dalam pengadaan barang kembali mencuat ke publik.

Isu ini muncul setelah sebelumnya beredar pemberitaan terkait dugaan keterlibatan oknum kepala sekolah dalam aktivitas hiburan malam (dugem) di salah satu kafe di Kota Medan.

Di tengah polemik tersebut, beredar informasi bahwa pihak sekolah diduga kembali menjalin kerja sama dengan pengusaha toko yang sama, meskipun sebelumnya hubungan tersebut sempat dikabarkan telah diputus.

Saat dikonfirmasi sebelumnya oleh media terkait pemberitaan dugem tersebut, oknum kepala sekolah membantah keterlibatannya.

Namun, ia mengakui bahwa pernah melakukan pembelian barang melalui salah satu rekanan di Kota Medan.

“Memang dulu saya ada belanja melalui salah satu rekanan di Medan, tetapi itu sudah kami putuskan kurang lebih satu tahun lalu. Saya menduga ini hanya persaingan bisnis,” ujar HS kepada media.

Namun, pasca pemberitaan dugaan dugem tersebut, justru muncul kembali informasi yang menimbulkan tanda tanya.

Disebut-sebut bahwa jaringan kemitraan antara pihak sekolah dan rekanan lama diduga kembali terjalin.

Hal ini diperkuat dengan beredarnya pemberitaan di salah satu media yang memuat percakapan WhatsApp antara kepala sekolah dengan karyawan toko.

Dalam percakapan tersebut tertulis: “Maaf iya dek lia, gara-gara saya kami jadi kena marah karena bawa kamu dugem.”

Menindaklanjuti informasi yang beredar, awak media kembali mencoba mengonfirmasi dugaan kerja sama tersebut kepada Kepala Sekolah SMK Neg 1 H. Silitonga, pada Senin (27/4/2026).

Namun, yang bersangkutan belum memberikan penjelasan langsung dan hanya menyampaikan pesan singkat: “Nga makatai AU nakin dohot Uda si Sianipar Lae. Kebetulan lagi dipadrdalanan AU. Sukkun Lae ma Uda i da,” ujarnya.

Hingga saat ini, media masih terus menelusuri kebenaran informasi tersebut.

Pasalnya, beredar dugaan bahwa adanya upaya tertentu sebagai imbas dari pemberitaan sebelumnya, yang kemudian diikuti dengan kembalinya hubungan kemitraan antara pihak sekolah dan rekanan lama.

Kasus ini pun menjadi perhatian publik, mengingat pentingnya transparansi dan integritas dalam pengelolaan kerja sama pengadaan barang di lingkungan pendidikan.

(TOGAR)