Siborongborong – Ketua Yayasan Bisukma, Erikson Sianipar, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah pelaku usaha di Kecamatan Siborongborong, Selasa (14/4/2026).
Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan para suplayer dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam kunjungan tersebut, Erikson didampingi pengurus koperasi, konsultan, serta tim kerja.
Salah satu lokasi yang ditinjau adalah suplayer MBG di Jalan Pacuan.
Di lokasi itu, Erikson berdialog langsung dengan Patuan Manalu, suplayer muda yang baru bergabung sebagai pemasok telur untuk program MBG.
Ia menanyakan kesiapan serta proses distribusi yang dilakukan guna memenuhi kebutuhan dapur MBG.
Patuan menjelaskan, setiap telur yang diterima terlebih dahulu diseleksi dan dibersihkan sebelum dikirim.
Telur yang retak atau tidak layak konsumsi dipisahkan untuk menjaga kualitas tetap optimal.
Selain kualitas, Erikson juga menaruh perhatian serius pada aspek pembayaran.
Ia memastikan secara langsung apakah pasokan yang telah dikirim sudah dibayarkan.
“Iya, sudah dibayar,” jawab Patuan.
Mendengar hal tersebut, Erikson mengingatkan pentingnya kejujuran dalam menjalankan usaha.
“Ingat, jangan katakan sudah kalau memang belum,” tegasnya.
Patuan pun kembali menegaskan bahwa seluruh pembayaran telah diselesaikan dengan baik.
Erikson menekankan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memastikan program MBG berjalan sesuai harapan, baik dari sisi kualitas produk maupun pemenuhan hak para pelaku usaha.
“Program ini adalah program nasional. Karena itu, harus dijalankan dengan baik dan sesuai arahan, termasuk memastikan hak-hak suplayer benar-benar terpenuhi,” ujarnya.
Ia juga memberikan motivasi kepada para pelaku usaha, khususnya generasi muda, agar tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga pada proses dan kualitas kerja.
“Dalam usaha, untung dan rugi adalah hal biasa. Jangan terlalu terpaku pada keuntungan di awal. Tekuni prosesnya, jaga kualitas, maka hasil akan mengikuti,” tambahnya.
Usai berdialog dengan suplayer, Erikson bersama tim juga berbincang dengan pemilik dapur Asima dan warga Siborongborong terkait ketahanan pangan serta kesiapan dapur dalam mendukung program MBG.
Saat dimintai tanggapan terkait polemik dengan mantan Ketua Koperasi, Erni Hutauruk, Erikson memilih tidak memperpanjang persoalan tersebut.
“Hal itu sudah masuk ranah hukum, kita ikuti saja prosesnya. Fokus saya saat ini adalah memastikan para suplayer dan UMKM berjalan baik, serta hak-hak mereka terpenuhi,” tegasnya.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan peninjauan ke pelaku UMKM di Desa Sitampurung sebagai bagian dari komitmen Yayasan Bisukma dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat.
(TOGAR)







