Buseronlinenews

Miris! Pengedar Obat Keras di Cibeber Mengaku ‘Kebal Hukum’ Karena Klaim Koordinasi dengan Aparat TNI Polri

Cianjur – Praktik peredaran obat-obatan terlarang daftar G di wilayah Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pas depan Polsek Cibeber radius kurang lebih 100 meter, kian meresahkan.

Mirisnya, para pengedar secara terang-terangan mengaku berani menjalankan bisnis haram tersebut karena merasa telah melakukan “koordinasi” dengan sejumlah oknum aparat, mulai dari tingkat Polsek, Polres, hingga Babinsa.

Pengakuan yang Mencoreng Institusi

Dalam sebuah penelusuran baru-baru ini, salah satu terduga pengedar mengungkapkan bahwa aktivitas penjualan obat-obatan jenis Eksimer dan Tramadol di wilayah tersebut berjalan lancar tanpa gangguan berarti.

Klaim adanya “uang koordinasi” atau setoran rutin kepada oknum petugas menjadi alasan utama mereka tidak tersentuh hukum.

“Kami berani jualan karena sudah koordinasi ke sana-sini, mulai dari lingkungan bawah sampai tingkat atas,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Dampak Sosial dan Ancaman Generasi Muda

Maraknya peredaran obat golongan G di Cibeber bukan sekadar masalah hukum, melainkan ancaman nyata bagi masa depan remaja.

Dengan harga yang terjangkau, obat-obatan ini sering disalahgunakan oleh kalangan pelajar dan pemuda, yang memicu peningkatan angka kriminalitas jalanan dan gangguan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Desakan Tindakan Tegas

Masyarakat setempat kini menuntut transparansi dan tindakan nyata dari pimpinan kepolisian dan TNI di wilayah Cianjur.

Klaim sepihak dari para pengedar ini perlu segera diklarifikasi melalui langkah hukum yang konkret.

“Jika benar ada oknum yang bermain, maka harus ditindak tegas. Jangan sampai kepercayaan masyarakat kepada institusi Polri dan TNI luntur hanya karena ulah segelintir orang yang melindungi peredar obat terlarang,” ujar salah seorang warga yang merasa khawatir.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai klaim “koordinasi” yang dilontarkan oleh para oknum pengedar tersebut.

Masyarakat berharap adanya operasi besar-besaran untuk membersihkan Cibeber dari peredaran obat keras tanpa izin resmi.

(Team)