BuseronlineNews.com // Grobogan – Ribuan warga Dukuh Tahunan Desa Ngarap Arap Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan Jawa Tengah nampak tumplek blek memadati jalanan mulai dari lapangan voli dukuh setempat pada Sabtu ( 11/04/2026 ).
Acara yang menarik perhatian warga masyarakat tersebut merupakan acara yang di gelar secara rutin di setiap tahunnya, yakni sedekah bumi atau bersih desa
Acara tersebut di gelar sebagai wujud rasa syukur warga setempat kepada Allah SWT atas limpahan rejeki dan hasil panen mereka, yang sekaligus juga melestarikan budaya leluhur
Acara yang di buka dengan arak arakan 8 Gunungan yang berisi berbagai hasil panen warga masyarakat seperti, padi, jagung, berbagai macam sayuran, buah buahan maupun jajanan tradisional, di susun dengan penuh kreasi sehingga sangat menarik perhatian
Kirab gunungan semakin meriah dengan dukungan penuh dari kesenian lokal Dukuh Tahunan, Reog Putra Pandawa yang turut serta mengiringi kirab gunungan keliling desa
Orkes dangdut Safana dari Madiun Jawa Timur juga turut memeriahkan acara sedekah bumi Dukuh Tahunan Desa Ngarap Arap
Melihat kemeriahan pada acara sedekah bumi tersebut, jelas membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Panitia pelaksana kegiatan, Ali, saat di temui BuseronlineNews.com di lokasi kirab mengatakan bahwa dana yang di gunakan untuk acara tersebut, murni iuran dari warga Dukuh Tahunan dan Pemdes setempat
” Dana yang kita gunakan murni dari iuran warga dengan Pemerintah Desa.” tuturnya

Kepala Desa Ngarap Arap Nurwahid yang sekaligus memimpin jalannya kirab merasa bangga. Dirinya berharap, kegiatan ini tidak hanya sekedar seremonial belaka.
Menurut Nurwahid, kirab gunungan ini merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT, merupakan ajang silaturahmi antar warga, sehingga lebih mempererat tali persaudaraan, memperkenalkan kepada generasi muda akan pentingnya semangat gotong royong dan kebersamaan serta memelihara kearifan lokal
” Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur kami kepada Allah SWT atas limpahan rejekinya dan melalui kegiatan ini saya berharap, semangat gotong royong serta kebersamaan antar warga bisa terwujud. Selain itu, agar generasi muda mengenal budaya leluhurnya sehingga kearifan lokal bisa di jaga dan di lestarikan di tengah kondisi milenium seperti sekarang ini.” katanya
Acara kirab berjalan lancar sesuai rencana, di mulai dari depan panggung menuju Punden Makam Kandang Belik
Acara di tutup dengan do’a untuk memohon keselamatan, keberkahan dan kemakmuran seluruh warga dan di akhiri dengan rebutan gunungan yang dinpercaya sebagai simbol perolehan berkah atau keberuntungan
Hadir dalam acara kirab tersebut, selain Kepala Desa, warga masyarakat, juga pengurus RT / RW, pengurus PKK, Karang Taruna, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama Dukuh Tahunan. ( Wgm ).







