Buseronlinenews

Skandal 2 ASN yang Bercinta di Lamandau Merusak Citra ASN Ber-akhlak

Buseronlinenews: Boomingnya skandal cinta si Abang Pejabat yang notabene oknum pejabat di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah, yang beredar chat WhatsApp percintaannya dengan sang pujaan hati yang juga sesama korps ASN.

Semoga ini sebagai awal babak baru tereksposnya tindakan oknum terkena sanksi berat dari pimpinan pemangku kepentingan di Kabupaten Lamandau, apabila isu chat WhatsApp dan isinya benar adanya cinta terlarang yang sangat merusak citra ASN BerAKHLAK.

Aparatur Sipil Negara (ASN) harus Akuntabel, Harmonis, dan Loyal, sementara perselingkuhan yang bisa menyebabkan sakit hati di dada pasangan yang dikhianati, perselingkuhan itu sangat melanggar budaya BerAKHLAK.

Beberapa warga masyarakat di Kabupaten Lamandau khususnya di ibu kota Nanga Bulik yang sengaja merahasiakan identitasnya kepada awak media menyampaikan bahwa tidak ada musyawarah untuk toleransi bagi oknum ASN yang tidak BerAKHLAK, yang jelas doyan selingkuh di Kabupaten Lamandau yang bermotto Bahaum Bakuba.

Papar warga ini yang katanya ke awak media bahwa dirinya merasa bangga atas keberadaan ASN mengingat tidak semua orang bisa menjadi ASN.

Di sisi lain, ia sangat prihatin dan sedih atas beban moral yang akan disandang ke depannya oleh anggota rumah tangga oknum ASN tersebut mengakhiri penyampaiannya ke awak media.

Eddy Trobos, warga masyarakat Kabupaten Lamandau seorang aktivis organisasi kemasyarakatan, melalui pesan via WhatsApp-nya (9/4) ke awak media menyampaikan bahwa tempo hari adanya tayangan media sosial isu RSUD Gusti Abdul Gani dijadikan tempat karaokean dan pesta miras.

Kalau isu itu benar sejauh mana penanganannya dan sekarang adanya pemberitaan dugaan perselingkuhan di lingkungan ASN di Kabupaten Lamandau.

Memperhatikan hal berita-berita ini, bagaimana tindakan pimpinan di Kabupaten Lamandau dalam mengambil keputusan tindakan penanganannya agar tidak terulang lagi kasus-kasus yang merusak citra ASN dan memalukan Pemkab Lamandau,” ungkap Eddy Trobos yang juga kontributor berita di media Jurnalis Indonesia.

(Marboen)