Buseronlinenews

“Rapat DPRD Gresik Memanas: Pendamping Warga Dikeluarkan, Ancaman Demo Besar Menguat”

Gresik – Sebelum rapat pembahasan penertiban lapak liar di kawasan Driyorejo, Gresik dimulai, suasana di ruang rapat DPRD Gresik sudah lebih dulu memanas. Ketegangan terjadi saat ketua DPRD GRESIK menginstruksikan agar seluruh pihak yang dinilai tidak memiliki kepentingan dalam agenda tersebut segera meninggalkan ruangan.

Instruksi tersebut membuat perwakilan masyarakat dari Genpatra yang hadir untuk mendampingi warga terdampak penggusuran harus keluar dari ruang rapat. Kehadiran Genpatra sebelumnya dimaksudkan untuk mengawal aspirasi para pedagang yang merasa keberatan atas penertiban lapak yang sudah dilakukan oleh pemerintah.

Situasi sempat menegang karena pihak Genpatra menilai kehadiran mereka merupakan bagian dari pendampingan masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi secara langsung kepada para wakil rakyat. Namun, KETUA DPRD GRESIK tetap meminta agar yang berada di dalam ruangan hanyalah pihak-pihak yang tercatat sebagai peserta resmi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Genpatra menyampaikan sikap tegas. Ia menyatakan, “Jika tidak ada keadilan, maka kami akan melakukan demo besar-besaran.” Pernyataan ini menegaskan rencana aksi lanjutan sebagai bentuk protes atas perlakuan yang mereka anggap tidak berpihak pada masyarakat kecil.

Agenda rapat sendiri membahas persoalan penertiban lapak liar di wilayah Driyorejo yang sudah terjadi. Para pedagang berharap ada solusi terbaik dari pemerintah tanpa mengabaikan kondisi ekonomi warga kecil yang terdampak kebijakan tersebut.

(ACHMAD)