Buseronlinenews

Ketum MUB O.H Sero Tekankan Penting Dialog Selesaikan Konflik Antar Desa di Halteng

BuseronlineNews.com // JAKARTA – Situasi keamanan pasca-bentrokan antara warga Desa Banemo dan Desa Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, saat ini terus menjadi perhatian serius berbagai elemen masyarakat. Berbagai upaya damai terus digalakkan untuk meredam ketegangan dan mengembalikan situasi ke kondisi kondusif.

Ketua Umum MUB, O.H Sero, menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan stabilitas di wilayah tersebut. Menurutnya, konflik yang terjadi tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat merusak tatanan sosial dan kerukunan yang telah dibangun selama ini.

“Maluku Utara adalah rumah kita bersama. Kita harus menjaga kedamaian dan menyelesaikan setiap persoalan melalui jalan dialog dan musyawarah,” tegas O.H Sero secara tegas.

Lebih lanjut dijelaskan, penyelesaian masalah tidak cukup hanya dengan pendekatan keamanan. Diperlukan keterlibatan aktif dari para tokoh adat, tokoh agama, dan pemimpin masyarakat untuk menjadi jembatan komunikasi antar kedua belah pihak.

O.H Sero menilai, nilai-nilai kearifan lokal dan budaya yang dimiliki masyarakat Maluku Utara harus menjadi fondasi utama. Kearifan lokal tersebut dinilai memiliki kekuatan besar untuk meredam konflik dan mempererat tali persaudaraan jika dihidupkan kembali dalam kehidupan sehari-hari.

Aparat Tegas Bertindak, Masyarakat Diminta Bijak

Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara, Waris Agono, memastikan pihaknya terus melakukan pemantauan intensif di lapangan. Aparat secara aktif melakukan patroli dan pendekatan persuasif untuk memastikan situasi tetap terkendali dan mencegah eskalasi lebih lanjut.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab,” ujar Kapolda.

Pihaknya juga mengingatkan bahaya penyebaran informasi yang belum terverifikasi, baik di media sosial maupun pesan berantai. Hal tersebut justru dapat memperkeruh suasana dan memicu kericuhan baru.

“Menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu, mari kita saling bekerja sama menjaga lingkungan masing-masing,” tambahnya.

Hingga saat ini, upaya pembukaan ruang dialog terus dilakukan. Dengan sinergi antara tokoh masyarakat dan aparat keamanan, diharapkan konflik ini dapat segera diselesaikan secara hukum dan adat, demi terwujudnya kembali keutuhan dan kedamaian di Halmahera Tengah.

(Red)