Buseronlinenews. com – Sebagai catatan, bahwa tindakan membalas dengan pengeroyokan biasanya tidak bisa dianggap sebagai “Pembelaan Terpaksa” jika kekerasan yang dilakukan sudah tidak seimbang atau dilakukan setelah ancaman awal berakhir; keduanya tetap bisa diproses hukum secara terpisah.
MM, warga desa Kumai yang diduga sebagai individu pelaku penyerangan petugas jaga sarana fasilitas pemerintah yang berakhir sebagai korban persekusi oknum petugas penjagaan.
Informasi yang didapatkan awak media dari pihak keluarga MM bahwa pihak oknum petugas melaporkan balik MM ke Polsek Kumai, Resort Kotawaringin Barat.
MM, korban persekusi yang pelakunya diduga lebih dari satu orang, di Lebaran kedua tepatnya malam hari sekitar pukul 22.00 WIB, atas laporan petugas pos jaga kepada ibu MM yang menyampaikan bahwa MM saat ini diamankan petugas jaga di pos penjagaan.

Saat di lokasi, MM ditemukan pihak keluarga dalam posisi tengkurap di tepi pantai sungai Kumai, desa Kubu, dengan kedua tangan dan kedua kaki yang dijadikan satu ikatan yang terikat ke belakang, basah kuyup, bagian wajah lebam biru, punggung badan merah bengkak, dan menahan sakit.
Infonya MM terikat sejak sore hari, sesuai penuturan Ovi, kakak korban MM, yang didampingi ibu MM kepada Buseronlinenews kemarin hari Rabu (25/3) malam setelah pulang dari Polsek Kumai.
Ovi dalam penyampaiannya tidak membenarkan tindakan penyerangan yang dilakukan oleh adiknya, MM, ke petugas jaga atau ke tempat fasilitas umum, apalagi milik pemerintah.
Secara logika, Ovi masih bertanya-tanya apakah benar MM (23) seorang diri melakukan penyerangan ke pihak petugas jaga di pos penjagaan sehingga ada petugas menjadi korban penyerangan MM saat itu, sementara petugas jaga lebih dari satu orang dan saat itu lokasi tersebut ramai dengan kunjungan orang-orang dan para penjaja dagangan,” ungkap Ovi (24).
”Secepatnya kami akan menyerahkan secara resmi administrasi ke pihak penyidik di Polsek Kumai atas video yang isinya MM ditemukan keluarga dalam kondisi tengkurap dan terikat kedua tangan kakinya ke belakang di tepi pantai Kumai wilayah Kubu seberang,” papar Ovi.
Ovi mengaku masih bertanya-tanya apakah benar MM siang harinya saat itu berkali-kali melompat ke sungai Kumai dari dalam kapal klotok satu dan klotok lainnya, sementara MM dikatakan konsumsi minuman beralkohol seperti penyampaian Kades Kubu di salah satu media online.
”Terang, jelas, dan transparan penanganan kasus ini; tidak ada yang ketinggalan baik atas pengaduan MM maupun laporan balik oknum petugas jaga,” harap Ovi.
Sampai saat ini, pejabat pemangku kepentingan di pos penjagaan belum memberikan tanggapan klarifikasinya, sementara awak media Buseronlinenews melalui pesan WhatsApp sudah menghubungi dan menyampaikan pesan terkait konfirmasi.
(Marboen)







