Buseronlinenews

Cianjur Darurat Obat Keras: Peredaran Golongan G Marak, Aparat Dipertanyakan

Cianjur – Memasuki bulan suci Ramadhan, kesucian bulan yang penuh berkah di Kabupaten Cianjur mulai terusik.

​Wilayah yang dikenal luas dengan julukan “Kota Santri” ini tengah digegerkan oleh maraknya peredaran obat-obatan terlarang daftar golongan G secara bebas di tengah masyarakat.

​Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah toko yang berkedok kios kosmetik atau kelontong diduga kuat menjadi kedok penjualan obat-obatan seperti Tramadol dan Eximer.

​Ironisnya, aktivitas ini tetap berjalan mulus meski di siang hari saat umat Muslim tengah menjalankan ibadah puasa.

​Keresahan masyarakat terhadap “aparat tutup mata”.

​Keresahan warga mulai memuncak.

​Banyak pihak menilai pihak berwenang seolah membiarkan praktik haram ini menjamur tanpa ada tindakan tegas yang memberikan efek jera.

​”Kami merasa miris, Cianjur ini Kota Santri. Harusnya di bulan Ramadhan suasana lebih khusyuk, tapi malah peredaran obat golongan G makin berani. Kami pertanyakan kinerja aparat, kenapa seolah tutup mata?” ujar salah satu tokoh pemuda setempat yang enggan disebutkan namanya.

​Dampak nyata bagi generasi muda.

​Peredaran obat golongan G yang menyasar kalangan remaja dan pemuda ini dikhawatirkan akan memicu angka kriminalitas dan kekerasan jalanan di Cianjur.

​Tanpa adanya pengawasan ketat dan penindakan dari aparat penegak hukum (APH), julukan Kota Santri dikhawatirkan hanya akan tinggal sejarah.

​Poin-poin desakan warga:

  • ​Razia serentak: Mendesak kepolisian dan Satpol PP melakukan sidak ke titik-titik yang dicurigai.
  • ​Transparansi hukum: Meminta kejelasan proses hukum bagi para bandar dan pengedar yang sebelumnya pernah tertangkap.
  • ​Partisipasi tokoh agama: Mengajak ulama dan tokoh masyarakat untuk bersinergi menekan peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.

​Sampai berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu langkah nyata dari pihak Kepolisian Resort Cianjur untuk membersihkan wilayah dari peredaran obat ilegal demi menjaga marwah bulan suci Ramadhan.

(Tim)