Siborongborong – Buser News: Kericuhan yang diduga dipicu persoalan rumah tangga terjadi di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Seorang pria berinisial IS dilaporkan mengalami luka memar dan membuat laporan resmi ke Polsek Siborongborong pada Jumat (6/3/2026) terkait dugaan penganiayaan.
Peristiwa tersebut melibatkan LP, yang menurut informasi merupakan salah seorang kepala desa aktif di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara.
Insiden bermula ketika LP, warga Tarutung, menduga istrinya, JS, memiliki kedekatan dengan seorang pria berinisial IS.
Kecurigaan itu disebut telah muncul sejak sekitar satu bulan terakhir.
Saat dikonfirmasi media Buser News, LP mengakui bahwa pada hari kejadian dirinya mengikuti pergerakan istrinya karena merasa curiga.
“Saya sudah curiga sekitar satu bulan terakhir melihat perubahan sikap istri saya. Karena itu pada tanggal 6 Maret saya mengikuti pergerakannya,” ujar LP.
LP mengaku melihat istrinya bersama IS masuk ke sebuah rumah di wilayah Kecamatan Siborongborong.
“Saya melihat mereka masuk ke sebuah rumah dan pintunya dikunci dari dalam. Saya menunggu kurang lebih satu jam di luar,” ungkapnya.
Menurut LP, setelah keduanya keluar dari rumah tersebut, dirinya langsung menegur istrinya hingga terjadi cekcok mulut.
“Setelah mereka keluar, saya marah kepada istri saya hingga terjadi cekcok. Namun lelaki itu justru melayangkan tangannya kepada saya. Dari situlah terjadi perkelahian antara saya dengan lelaki tersebut,” jelas LP.
Akibat insiden tersebut, IS dilaporkan mengalami memar di bagian wajah.
Pada malam yang sama, IS kemudian membuat laporan resmi ke kantor polisi terkait dugaan penganiayaan yang dialaminya.
IS diketahui merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kabupaten Tapanuli Utara.
Ia juga disebut-sebut satu kantor dengan JS yang masih berstatus sebagai istri sah dari LP.
Peristiwa ini turut menjadi sorotan karena melibatkan aparatur pemerintahan.
Sebagai aparatur negara, ASN diharapkan menjunjung tinggi etika, integritas, serta menjaga profesionalitas baik dalam lingkungan kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Secara terpisah, media Buser News juga telah berupaya melakukan konfirmasi kepada IS melalui pesan WhatsApp terkait peristiwa tersebut.
Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Sementara itu, salah seorang personel Kepolisian Taput membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut dan menyatakan bahwa kasusnya saat ini masih dalam proses penanganan oleh pihak kepolisian.
(Togar)







