Buseronlinenews

Bangunan Mangkrak, Jalan Rusak, Warga Minta Bupati Barito Utara, Turun Lapangan

BuseronlineNews.com // Muara Teweh – Salah satu Desa di Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah sangat memperihatinkan beberapa tahun terakhir ini.

Desa Muara Pari, beberapa bangunan mangkrak, tidak selesai dibangun sampai saat ini, demikian juga Jembatan penyeberangan di Jalan Meranti RT. 03 Desa Muara Pari.

Sementara satu sisi Pemerintah Desa seolah gaya hidup hedon, alias mewah dengan penampilan memakai sarana sepeda motor, mobil baru dibeli dari Dana Desa tapi pembangunan Desanya sangat parah.

Hal ini terungkap dari beberapa tokoh masyarakat Desa Muara Pari, dan mantan aparat Desa yang tidak mau disebutkan namanya kepada awak media di Muara Teweh baru-baru ini 6/3/2026.

Bangunan Balai Pertemuan beberapa tahun ini mangkrak, karena di rehab total oleh Pemerintah Desa, padahal awalnya bisa saja gedung tersebut dimanfaatkan paling hanya renovasi ringan kata masyarakat.

Bangunan Jembatan Jalan Meranti RT.03 di bongkar padalah pula beberapa kali direhab oleh pihak Pemdes.

Sementara pihak Pemerintah Desa Muara Pari seperti berlomba mengadakan beberapa uniit sepeda motor, sekitar 8 (delapan) unit untuk dipakai aparat Desa kesana kemari seolah milik pribadi, padahal atas nama Desa dan uang dari ADD dan DD sambung mantan aparat Desa dengan nada kesal.

Tambah lagi baru-baru ini lagi Pemdes dengan gaya mewahnya mereka membeli 1 (satu) unit Mobil Hilux warna hitam,yang anggarannya dari Alokasi Dana Desa dan itu kami tidak tahu karena tidak ada rapat sepengetahuan kami jelas satu-persatu masyarakat dari Desa Muara Pari.

Baleho atau plang pengumuman penggunaan dana tidak dipasang sehingga kami tidak tahu semua proyek pembangunan Desa anggarannya berapa tambah warga.

Melalui media kawan-kawan wartawan kami mengharap bapak Bupati Barito Utara langsung mengecek ke Desa Muara Pari seperti apa yang kami rasakan dari masyarakat, meskipun beberapa kali keluhan kami selama ini sama saja bohong tidak di gubris oleh mereka.

Sekaligus kami mengharap kepada bapak Bupati Barito Utara mengaudit dana dana beberapa tahun terakhir ini.

Dan melihat langsung kinerja pemerintah desa yang ada karena banyak yang tidak aktif dikantor Desa setiap jam kerja.

Malasnya oknum pemerintah Desa yang masuk kantor membuat masyarakat jengkel kecuali habis terima dana Desa atau habis pencairan dari Kabupaten, itupun sebagian saja yang datang ke Desa Muara Pari,” ungkap warga.

Saat dikonfirmasikan tentang adanya mengadaan sarana dan tentang perkembangan pembangunan Desa Muara Pari salah satu pimpinan Badan Permusyawaran Desa(BPD) juga menerangkan hal yang sama demikian dengan media dikediamannya 6/3/2026

Kami tidak tau jelas ada pembelian beberapa sepeda motor tahun yang lalu dan saya ada 1 (satu) unit sepeda motor diantar diserahkan langsung oleh pihak dialer itu motornya seraya menunjuk ke arah unit sepeda motor diparkiran disamping rumahnya, saya pribadi tidak pakai itu,kecuali warga pinjam saya kasih yang penting dikembalikan lagi,” terangnya.

Tahun 2025 kemaren pihak pemerintah Desa membeli 1 (satu) unit mobil Hilux warna hitam dari Alokasi Dana Desa (ADD) saya juga tidak tahu tiba-tiba ada pengadaan sarana,” ungkapnya.

Terutama APBDes pun sampai sekarang saya selaku pimpinan BPD tidak tau dan tidak pernah diserahkan pihak Pemdes sehingga sulit kami melakukan pengawasanan tanpa acuan dasar penggunaaan dana-dana Desa yang masuk tersebut tambahnya.

Kalau tahun anggaran 2026 ini sumber dana Desa dari pusat dipangkas, jadi tidak seperti tahun-tahun yang lalu, sambil menutup penjelasan kepada awak media.

Masyarakat Desa Muara Pari, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah sangat berharap langsung kepada Bapak Bupati Barito Utara, untuk melakukan pengecekan lapangan dan melakukan tindakan tindakan yang konkrit untuk kesejahteraan masyarakat Desa Muara Pari.

(Red)