Buseronlinenews

Pemdes Teluk Latak Gelar Musrenbangdes 2025, Susun RKPDes 2026 dan Daftar Usulan Tahun 2027

BENGKALIS – Pemerintah Desa (Pemdes) Teluk Latak, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) pada Senin, 8 Juli 2025, di aula gedung pertemuan desa.

Forum ini menjadi momentum penting dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2026 serta penetapan Daftar Usulan (DU) RKPDes untuk tahun 2027.

Musrenbangdes tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga perwakilan RT dan RW.

Sejumlah pihak dari dinas terkait—perikanan, perkebunan, peternakan, dan perikanan—juga turut hadir memberikan pandangan.

Dalam kegiatan itu, seluruh peserta berdiskusi untuk membahas arah pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang.

Musrenbangdes menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan usulan dan aspirasi sesuai kebutuhan nyata di lapangan.

Salah satu agenda utama adalah penyusunan RKPDes tahun anggaran 2026. Dokumen ini memuat program prioritas desa yang akan dilaksanakan dan menjadi pedoman dalam pengelolaan keuangan desa, termasuk Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), maupun bantuan dari lembaga atau pemerintah daerah.

Selain itu, forum juga menetapkan Daftar Usulan RKP Desa untuk tahun 2027. Usulan tersebut mencakup berbagai sektor mulai dari infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, ekonomi desa, ketahanan pangan, hingga sektor pendidikan dan sosial.

Kepala Desa Teluk Latak, Mansyur, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musrenbangdes bukan hanya seremonial tahunan, tetapi wadah utama bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan desa.

Ia menegaskan bahwa setiap usulan harus berdasarkan kebutuhan prioritas dan mempertimbangkan kemanfaatan jangka panjang.

“Daftar usulan yang telah disepakati bersama ini diharapkan dapat terealisasi dan memberi manfaat besar bagi masyarakat,” ujar Mansyur.

Ia juga menjelaskan bahwa hasil Musrenbangdes akan menjadi pertimbangan penting pada Musrenbang tingkat kecamatan, kemudian dibahas lebih lanjut di tingkat kabupaten.

Dengan demikian, Musrenbangdes memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah secara keseluruhan.

Partisipasi masyarakat terlihat cukup tinggi, ditandai dengan banyaknya masukan yang disampaikan oleh berbagai kelompok.

Mulai dari kebutuhan peningkatan jalan lingkungan, sarana prasarana pertanian, fasilitas pendidikan, hingga peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan.

Pendamping desa dari berbagai sektor juga turut memberikan penguatan terkait regulasi terbaru dalam penyusunan RKPDes.

Hal ini memastikan bahwa rencana pembangunan desa tetap selaras dengan kebijakan pemerintah pusat dan daerah.

Musrenbangdes berlangsung dengan suasana yang kondusif dan penuh kebersamaan. Setiap peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka dan demokratis.

Selain membahas program pembangunan, acara tersebut juga memperkuat koordinasi antar lembaga desa dalam mewujudkan perencanaan berbasis kebutuhan masyarakat.

Pendekatan partisipatif ini diyakini mampu menghasilkan keputusan yang lebih tepat sasaran.

Menjelang akhir acara, seluruh peserta menyetujui hasil musyawarah dan dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani bersama.

Penandatanganan ini menjadi simbol komitmen dan kesepakatan antara pemerintah desa dan masyarakat.

Dengan terselenggaranya Musrenbangdes 2025, Pemdes Teluk Latak berharap seluruh rencana dan usulan yang dirumuskan dapat terwujud melalui sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan pemerintah daerah.

(Wintoro)