Buseronlinenews

Subsidi Rp 100.000 Per Paket! Warga Desa Babakankaret Antusias Berebut Sembako Murah di OPM

CIANJUR – Suasana heboh dan antrean panjang mewarnai pagi di Desa Babakankaret, Kecamatan Cianjur, Jumat (5/12/2025). Ratusan warga berduyun-duyun datang sejak pagi, tak ingin melewatkan kesempatan langka membeli paket sembako dengan harga yang digilas diskon hingga 60% dalam Operasi Pasar Murah (OPM) yang digelar pemerintah daerah.

Yang membuat warga tak sabar adalah selisih harga yang fantastis. Satu paket berisi beras, minyak goreng 3 liter, gula pasir 1 kg dan beras 5 kg yang biasanya senilai Rp 167.000, bisa dibawa pulang hanya dengan Rp 67.000. Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Koperasi UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian menyuntikkan subsidi langsung sebesar Rp 100.000 untuk setiap paket yang dibeli masyarakat.

“Ibarat dapat durian runtuh, Alhamdulillah! Uang Rp 67 ribu biasanya cuma cukup buat beli beras dan minyak saja. Sekarang dapat paket lengkap. Sisa uangnya bisa untuk beli sayur atau buat transportasi anak sekolah,” ungkap Ipoh (70), seorang warga yang wajahnya berseri-seri sambil mengangkut paket sembakonya. Ia mengaku sudah mengantre sejak pukul 7 pagi untuk memastikan tidak kehabisan.

Gelaran OPM ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifai, didampingi Camat Cianjur Saripudin dan Kepala Desa Babakankaret Isep Solihin. Dalam sambutannya, Sekda Ahmad Rifai menegaskan ini adalah langkah nyata pemerintah melindungi daya beli rakyat.

“Di tengah gejolak harga global, pemerintah hadir langsung dengan subsidi yang signifikan. Ini bukti komitmen kami, stabilitas harga dan keberpihakan pada rakyat kecil adalah prioritas,” tegas Rifai di sela-sela pantauan distribusi.

Camat Saripudin menjelaskan, pemilihan lokasi di desa ini merupakan strategi pemerataan. “Kami sengaja menjangkau wilayah yang jauh dari pusat keramaian. Akses terhadap bantuan pemerintah harus dirasakan oleh saudara-saudara kita di pelosok,” ujarnya.

Kepala Desa Babakankaret, Isep Solihin, menyambut gembira program ini. Ia mengapresiasi antusiasme dan kedisiplinan warganya. “Antreannya panjang tapi tertib. Ini menunjukkan betapa besar kebutuhan masyarakat. Kami berharap OPM tidak hanya insidental, tapi bisa rutin dan terjadwal di desa-desa,” harap Isep.

Di lokasi, operasi berjalan lancar dan terkendali. Petugas membatasi pembelian satu paket per kepala keluarga untuk menjamin distribusi yang merata. Warga yang mendapat giliran terlihat sumringah membawa pulang bantuan yang sangat meringankan beban ekonomi mereka di akhir tahun.

Dengan diselenggarakannya OPM ini, pemerintah tidak hanya menyuntikkan bantuan materi, tetapi juga harapan bagi keluarga-keluarga prasejahtera, menguatkan pesan bahwa dalam kondisi apa pun, kebutuhan pokok rakyat harus tetap terjangkau.

Oding/Aji