Bantan –Buseronlinnenews Com. Pemerintah Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) tahun anggaran 2027 pada Rabu (17/9/2025). Musyawarah ini berlangsung di Balai Desa Bantan Tengah dengan dihadiri berbagai unsur pemerintah dan masyarakat.
Musrenbangdes dipimpin langsung oleh Pj Kepala Desa Bantan Tengah, Hadi Suryono, AMK., SKM. Sejumlah pihak turut hadir, di antaranya staf Kantor Camat Bantan, Gunandi, mewakili Camat Bantan, serta epidemiolog Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Ismunandar, SKM, yang hadir mewakili Kepala Dinas Kesehatan.
Acara ini juga dihadiri perwakilan UPT Puskesmas Selatbaru, UPT Balai Penyuluhan Pertanian, Pendamping Desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, ketua RT/RW, serta tokoh masyarakat Desa Bantan Tengah.
Dalam sambutannya, Gunandi menegaskan pentingnya Musrenbangdes sebagai dasar perencanaan pembangunan desa. Menurutnya, usulan yang lahir dari forum ini akan diteruskan dalam Musrenbang kecamatan untuk dipertimbangkan dalam skala lebih luas.
“Musrenbangdes merupakan pintu awal aspirasi warga. Melalui forum ini, masyarakat bisa menyampaikan gagasan pembangunan yang benar-benar dibutuhkan,” ujar Gunandi.
Pj Kades Bantan Tengah, Hadi Suryono, menekankan perlunya dukungan lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan desa. Ia menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran desa menjadi tantangan utama sehingga kolaborasi dengan OPD sangat dibutuhkan.
“Banyak sekali kebutuhan pembangunan yang tak bisa dipenuhi hanya dengan dana desa, seperti pembangunan turap beton di sejumlah tali air yang longsor, semenisasi jalan utama, hingga pengadaan ambulans desa. Untuk itu, kami sangat berharap OPD terkait dapat ikut memperjuangkannya,” ungkap Hadi.
Ismunandar, SKM, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, menyatakan siap mendukung pemerintah desa dalam sektor kesehatan. Menurutnya, sarana dan prasarana kesehatan harus dipenuhi agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal.
“Kami siap memperjuangkan kebutuhan kesehatan desa, terutama terkait pustu, poskesdes, posyandu, dan ambulans desa. Semua ini penting untuk pelayanan kesehatan yang profesional dan nyaman,” jelas Ismunandar.
Dalam forum musyawarah, masyarakat juga menyampaikan sejumlah usulan. Perwakilan sekolah PAUD dan TK mengajukan peningkatan sarana pendidikan, sementara Forum Anak menyampaikan aspirasi terkait ruang ramah anak dan kegiatan pengembangan kreativitas.
Seluruh usulan dari masyarakat dicatat oleh pemerintah desa dan akan dimasukkan ke dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes). Inventarisasi ini penting agar program yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat.
Musrenbangdes ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi antara pemerintah desa, perangkat daerah, dan masyarakat dalam mencari solusi bersama menghadapi keterbatasan dana desa.
Suasana musyawarah berjalan demokratis dan terbuka. Semua peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat, sehingga menghasilkan kesepakatan bersama untuk pembangunan Desa Bantan Tengah.
Dengan terselenggaranya Musrenbangdes tahun 2027, pemerintah desa optimistis berbagai program prioritas seperti turap beton, jalan desa, pengadaan ambulans, serta penguatan layanan pendidikan dan kesehatan dapat diwujudkan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Liputan : wintoro







