Buseronlinenews

Dua Pohon Pelindung Jalan Kering Dan Lapuk Dapat Mengancam Keselamatan Para Pengendara, Pengamat Jalan Nasional Ruas Cibadak-Bagbagan Diduga Kuat Tutup Mata

Sukabumi-buseronlinenews.com, dua pohon besar jenis mahoni sebagai tanaman pelindung jalan diduga dibiarkan hingga lapuk, pohon itu mati dan kering sejak lebih dari tiga tahun yang lalu, namun hingga kini dua pohon itu masih berdiri tanpa adanya perhatian dari pengawas dan pengamat jalan, diduga keduanya Tutup mata.

Salah seorang warga setempat pak Ali mengatakan, pada saat ada orang PU dan dari damkar, juga bersama dari pemerintah desa yang sudah pernah ngontrol ke sini, kami menyampaikan kekhawatiran tentang pohon kering dan lapuk itu, agar segera dilakukan penebangan pohon kering itu.

Namun pada waktu itu minta dana dari desa dan warga, ya gak mungkin lah warga yang membiayai penebangan pohon itu, dan permohonan itu disampaikan kepada wakil RW 05 desa Talagamulya kecamatan Cikembar, ujarnya dengan nada penuh semangat.

Padahal kekhawatiran ini sudah sejak lama disampaikan warga, sekitar enam bulan yang lalu sebelum memasuki bulan puasa, tetapi hingga saat ini masih belum kunjung ditebang, ini kan mengkhawatirkan karena ngeri jatuh dahan kering itu menimpa orang nanti gimana, cetusnya pada Rabu sore 27 Agustus 2025.

Hal itu di amini juga pemilik tambal ban yang tidak jauh dari lokasi pohon kering itu, saya juga tahu pak pada saat ada orang-orang itu ke seni, saya pikir mau langsung di tebang, eh ternyata samapi sekarang tidak ada yang nebang, ucapnya sambil membongkar ban mobil.

Sementara pantauan wartawan pada dua lokasi titik pohon kering itu, tampak jelas pohon besar dan kering itu masih berdiri untuk mempertahankan statusnya sebagai pohon pelindung jalan, kendati pohon itu sudah kering dan usang dimakan waktu.

Tapi kenapa dibiarkan seakan enggan untuk ditumbangkan dengan mesin Senso yang dikerjakan oleh pegawai dinas PU, apakah akan menunggu pohon pelindung jalan itu berubah menjadi pohon pemangsa pengguna jalan, hingga menimbulkan korban, tentu masyarakat tidak menginginkan hal ini terjadi.

Untuk itu dengan adanya tayangan berita ini, banyak masyarakat yang menginginkan adanya perhatian dinas PU Nasional untuk segera mengeksekusi pohon kering usang rawan tumbang.

Nah untuk bapak-bapak yang punya tugas dan amanah di dinas terkait, demi keselamatan masyarakat pengguna jalan Yo kita jawab kekhawatiran warga masyarakat.

Sementara itu guna mendapatkan keterangan dan konfirmasi awak media menyambangi kantor UPTD PU Nasional (APBN) yang berada dibilangan Warungkiara, namun saya kantor yang diduga sebagai kantor UPTD sedang kosong.

Dan dari hasil penelusuran didapati lah nomor kontak salah seorang pengamat PU APBN berinisial AS dengan nomor 0812 88XX XXXX yang ada di wilayah kabupaten Sukabumi.

lalu pada Jumat siang 19 Agustus 2025 awak media mencoba untuk menghubunginya, namun sayang yang bersangkutan setelah dua kali panggilan telpon via saluran WhatsAap tidak berdering, lalu mencoba menggunakan lagi perpesan WhatsAap dengan meminta sedikit keterangan, tetapi lagi-lagi pesan itu belum centang biru, dan akhirnya hingga berita ini ditayangkan pihak PU belum dapat memberikan keterangan nya.

Resty Ap