BuseronlineNews.com // Labuhanbatu – LSM GAPOTSU Dan Aliansi Lembaga Masyarakat, Mahasiswa dan Wartawan menggelar aksi solidaritas terkait kasus Pemukulan wartawan gara gara setoran judi, kasus pembakaran mobil aktivis dan Pembakaran rumah wartawan oleh Orang Tidak Kenal (OTK), serta insiden wartawan senior usia tua dibentak Kapolres Labuhanbatu Sumut ketika konferensi pers pemusnahan barang bukti narkotika di Mapolres Labuhanbatu bulan lalu.
Adapun, kasus pemukulan wartawan yang diduga dilakukan Kapolres terhadap Samuel Tampubolon yang terjadi beberapa waktu lalu, hingga berujung laporan ke Propam Polda Sumut. Namun laporan tersebut tidak berlanjut, pasalnya info yang berkembang sudah ada perdamaian antara pihak korban dan pelaku.
Selain itu, kasus pembakaran mobil dan rumah beserta isinya milik Junaidi Marpaung wartawan media onlineutamanews yang diduga dibakar oleh orang tidak dikenal (OTK).
Dalam hal ini LSM AL MAWAR minta pihak kepolisian segera mengungkap pelaku dan dalangnya.
Selanjutnya, insiden wartawan yang dibentak oleh Kapolres pada saat berlangsungnya kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu, yang korbannya ketika itu wartawan SIB Efran Simanjuntak.
Atas kasus-kasus tersebut, LSM GAPOTSU Aliansi Lembaga Masyarakat, Mahasiswa dan Wartawan mengecam sikap arogansi Kapolres Labuhanbatu AKBP Dr Bernhard L. Malau, S.I.K.,M.H dan mendokan agar diberi jabatan yang lebih strategis di WILKUM KEPOLISIAN RI.
Hal itu diungkapkan dalam orasinya oleh H.P. Daulay SP MSi selaku pemilik koran Pindo, koran mingguan paling eksis di 5 propinsi Sumbagut, mantan pembantu rektor 3, dekan, dosen, mantan kadis, pelindung wartawan yang terzholimi se-Sumut. Senin (8/4/2024).
Disamping itu, H.P. Daulay juga menegaskan dalam orasinya kepada Kapolres Labuhanbatu agar bertindak sebagai pemimpin yang profesional, tau adat dan adab yang dianut oleh masyarakat Indonesia terkhusus adat dan adab di Labuhanbatu Raya yang didominasi dialek Melayu, Batak, Jawa dan lain-lain.
“Saya ajari kau anakku Bernhard demi karirmu dimasa depan, ditempat yang lain.
Bertindaklah sebagai pemimpin yang profesional, meluangkan waktu untuk belajar adat dan adab yang dianut oleh masyarakat Indonesia terkhusus adat dan adab di Labuhanbatu Raya yang didominasi dialek Melayu, Batak, Jawa dan lain-lain,” tegas H.P. Daulay MSi dalam orasinya di depan Mapolres Labuhanbatu Sumut.
Berkaitan dengan penganiayaan dan membentak wartawan di depan Bupati dan forkopimda Labuhanbatu, sebaiknya BERNHAT minta maaf kepada seluruh masyarakat melalui Bupati dan Ketua DPRD Lab. Batu,” pinta pak haji.
Selanjutnya DEMONSTRANS diundang Kasat Reskrim untuk masuk ke ruangan pertemuan ber AC, menampung pendapat dan saran untuk disampaikan kepada Kapolres, Waka yang saat itu sedang tugas luar.
Karena sambutan dari Kasat Reskrim pak AKP Media dan Kasat Sabhara maka situasi berubah menjadi pertemuan kekeluargaan, dimana Pak Hasan, Pak Manik, Nelma, Ade Daulay SE, Leli Anggraeni dan wartawan lainnya, agar jadi HUMAS LEBIH TELITI MENGUNDANG WARTAWAN, wartawan yang tidak pernah menulis jangan diundang, berikan saja amplop itu kepada orang tua jompo dan anak yatim.
Khusus kepada 40 wartawan yang didominasi wartawan Pindo agar diundang buka bersama dengan bagi bagi amplop, bagi bagi THR, jangan sesuka hati Kapolres menghabis anggaran memberikannya kepada wartawan yang tidak pandai menulis berita,” kata wartawan yang hadir itu bergantian.
Tampak hadir dalam aksi demo solidaritas tersebut, Hasanuddin Hasibuan, SH selaku orator, Ustadz Husein, Qory yang lihai melantunkan selawat badar, serta puluhan Masyarakat, Mahasiswa, pelajar, petinggi dan wartawan koran Pindo dan hanya 20 orang wartawan yang memiliki solidaritas, memiliki rasa satu penderitaan dengan korban Azhar Harahap dan J. MARPAUNG atau sayang sesama jurnalis dari sekitar 300 orang Jurnalis Se-Labuhanbatu, bahkan ketua PWI dan wartawan SIB tidak nampak, mungkin ada pekerjaan yang penting lagi dibanding memberikan dorongan moril kepada Pak Junaedi Marpaung dan wartawan Efran Simanjuntak serta aktivis Azhar Harahap.
Bahkan wartawan SIB pun tidak ada di tempat, padahal demo GABUNGAN LSM ditujukan untuk MEMPERJUANGKAN Nasib mereka yang sedang terzholimi,”
Kemudian DEMONSTRANS menuju kantor DPRD yang saat itu sunyi sepi bagai kuburan, karena situasi libur, mereka berdoa, kiranya Anggota DPRD Labuhanbatu dapat melindungi dan berani memperjuangkan, memberikan rasa aman warga yang diwakilinya atas penganiayaan penzholiman dari pengganti Kapolres Labuhanbatu kelak.
Rilis: (Ir. Syafrizal Siregar)







