Trotoar Kota Pati Dikritik, Komisi C Soroti Material hingga Perencanaan
PATI – Pekerjaan pembangunan trotoar di Jalan Panglima Sudirman Kabupaten Pati mendapat sorotan dari anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati. Sejumlah persoalan mulai dari material, hasil pekerjaan hingga perencanaan proyek dipertanyakan setelah mendapat keluhan dari masyarakat.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati Joni Kurnianto, mengatakan pihaknya sejak awal telah memperhatikan pekerjaan tersebut. Menurutnya, hasil pembangunan trotoar saat ini justru dinilai lebih buruk dibandingkan bangunan sebelumnya.

“Kalau melihat ini, lebih parah daripada bangunan yang lama. Yang lama pakai keramik, ini pakai paving,” ujar Joni.
Ia mengaku banyak menerima pesan WhatsApp dari masyarakat yang mempertanyakan hasil pembangunan trotoar tersebut. Keluhan warga, kata dia, antara lain mengenai bentuk dan hasil pekerjaan yang dinilai tidak membuat kawasan tersebut menjadi lebih baik.
“Banyak WA masuk ke kita. Masyarakat bilang, Pak, itu bangun trotoar kok tidak bagus, bukannya tambah bagus malah tambah jelek. Artinya pandangan teman-teman di Komisi C ternyata sama,” ungkapnya.
Joni juga mempertanyakan perencanaan awal proyek tersebut. Menurutnya, DPRD perlu mengetahui gambar atau rancangan awal agar dapat memahami spesifikasi pekerjaan, termasuk material yang digunakan.
“Makanya kalau kita tahu perencanaan awal PU, kita bisa menegur. Untuk yang kuning ini kan terlihat bekas, seperti didaur ulang. Makanya kita ingin tahu set plan-nya seperti apa, rancangan awalnya bagaimana, pakai paving atau keramik,” katanya.
Ia juga mempertanyakan material lama yang disebut berkaitan dengan fasilitas bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, perlu ada kejelasan mengenai pekerjaan tersebut dan apakah memang termasuk dalam perencanaan proyek.
Komisi C, lanjut Joni, berencana bertemu dengan pengawas proyek dari pemerintah pusat untuk meminta penjelasan mengenai teknis pembangunan serta progres pekerjaan.
“Kita panggil pengawasnya yang dari pusat. Kita ingin ketemu, bagaimana pekerjaannya, mau seperti apa. Pekerjaan sudah berapa persen juga kita tidak tahu karena tidak dilibatkan,” ujarnya.
Joni menyebut informasi yang diterimanya, anggaran proyek tersebut mencapai sekitar Rp14 miliar dan bersumber dari pemerintah pusat. Namun, ia menyayangkan apabila bangunan trotoar lama yang menurutnya masih lebih baik justru dibongkar dan diganti dengan hasil yang dinilai kurang bagus.
“Kalau ini disebut Malioboronya Pati, ini tidak pantas. Aku isin, Mas,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar kualitas pekerjaan benar-benar diperhatikan, terlebih masih terdapat masa pemeliharaan setelah pekerjaan selesai. Menurutnya, kondisi trotoar harus mampu bertahan setelah menghadapi musim hujan.
“Jangan sampai setelah musim hujan hancur karena memasangnya tidak rata, nanti malah gronjal-gronjal,” katanya.
Sementara itu, Plt Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Widyotomo Kusdiyanto menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut bukan merupakan kegiatan yang direncanakan maupun diawasi oleh DPU Kabupaten Pati.
“PU saat ini tidak terlibat dalam kegiatan ini. Karena kegiatan ini merupakan kegiatan dari Kementerian PU melalui Balai Prasarana Wilayah Semarang. Jadi dari DPU tidak terlibat dalam perencanaan maupun pengawasannya. Semua diserahkan ke Balai Prasarana Wilayah di Semarang,” jelas Widyo.
Meski demikian, pihak DPU Kabupaten Pati tetap menerima berbagai permasalahan yang muncul di lapangan untuk kemudian dikomunikasikan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari balai terkait.
“Memang ada beberapa permasalahan kita tampung, kita komunikasikan dengan PPK yang dari balai. PPK menyampaikan ke kontraktor, setelah itu baru dibenahi,” terangnya.
Terkait temuan penggunaan material lama dalam pekerjaan tersebut, Widyo mengaku belum mengetahui secara pasti apakah material tersebut memang masuk dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).
“Saya kurang tahu apakah itu masuk di dalam RAB atau tidak. Mungkin temuan di lapangan ini akan kita sampaikan ke PPK yang membidangi,” katanya.
Mengenai waktu penyelesaian proyek, Widyo menyebut pekerjaan ditargetkan berlangsung hingga akhir tahun. Namun, ia belum dapat memberikan penjelasan lebih rinci mengenai progres maupun target penyelesaian karena tidak membawa data teknis saat memberikan keterangan. (hr).







