Buseronlinenews

Gempuran Tegas di Cianjur! 1,5 Juta Batang Rokok Ilegal & Ribuan Miras Oplosan Dibakar Massal

Cianjur – Langit pagi di kompleks Kantor Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Selasa (16/12), dikepung asap tebal bak medan perang.

Bukan bencana, melainkan aksi tegas pemerintah yang membakar berton-ton barang haram: 1.596.600 batang rokok ilegal dan 2.237 botol minuman keras (miras) oplosan.

Pemusnahan massal ini adalah pukulan telak bagi para bandar sekaligus peringatan keras bagi masyarakat jelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Aksi simbolis yang penuh makna ini bukan sekadar seremoni.

Ia adalah klimaks dari operasi intensif selama dua bulan terakhir, menunjukkan keseriusan pemerintah membabat tuntas peredaran barang ilegal yang meracuni masyarakat.

“Ini adalah sinyal keras! Pemerintah tidak akan berhenti. Untuk hal-hal yang buruk dan merugikan, jauhi! Jauhi miras, jauhi rokok ilegal,” tegas Bupati Cianjur, dr. Muhammad Wahyu Ferdian, dengan suara lantang di hadapan jajaran Muspida, termasuk Dandim dan Polres.

Peringatan itu disampaikan tak lama sebelum ia secara resmi menyalakan api pembakaran tumpukan bukti kejahatan tersebut.

Komitmen Bupati tak sebatas kata. Sebelum kobaran api membesar, ia meresmikan penambahan sarana prasarana untuk ujung tombak penegakan hukum: mobil patroli baru dan perahu karet untuk Satpol PP dan Damkar.

Langkah ini memperlihatkan strategi ganda: penindakan dan peningkatan kapasitas pengawasan.

“Pemusnahan ini bukan akhir. Justru ini awal. Pengawasan akan kami genjot maksimal, terutama menyongsong libur akhir tahun,” papar Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Djoko Purnomo, dengan mata waspada.

Ia mengancam akan memproses hukum siapa pun yang nekat berbisnis barang haram pasca-razia ini. “Barang bukti dua bulan kami hancurkan hari ini. Besok, operasi akan kembali berjalan.”

Djoko membocorkan sejumlah titik rawan peredaran miras oplosan, seperti Cipanas, Cikalong, dan Kota Cianjur.

Namun, ia mengakui, keberhasilan operasi adalah buah sinergi dengan masyarakat. “Tanpa dukungan warga, sehebat apa pun kami akan terbebani.

Tapi pesan saya jelas: kami tidak akan lemah, tidak akan lelah,” tandasnya.

Acara hari itu dirancang lebih dari sekadar pembakaran. Untuk mengasah kesiapsiagaan, digelar simulasi penanganan kebakaran, penyelamatan, dan kerusuhan oleh petugas damkar dan Satpol PP.

Langkah ini sebagai antisipasi menghadapi keramaian dan potensi darurat di puncak tahun.

Uniknya, di tengah gebrak penegakan hukum, pemerintah juga menunjukkan sisi humanis. Bantuan sembako dibagikan kepada warga sekitar, menegaskan bahwa lawannya adalah kejahatan, bukan rakyatnya.

Kombinasi tangan besi, peningkatan kapasitas aparat, dan pendekatan sosial ini diharapkan tak hanya menimbulkan efek jera, tetapi juga membangun benteng kesadaran kolektif masyarakat Cianjur.

Misi mereka jelas: melindungi warga dari bahaya kesehatan dan mengamalkan ketertiban demi menyambut tahun baru dengan lebih baik dan aman.

(Oding/Najib)