Buseronlinenews

1.685 KK di BabakankaretLega, Bantuan Pangan 20 Kg Beras dan 4 Liter Minyak Cair Dikirim Akumulasi Dua Bulan

CIANJUR – Isyarat kepastian akhirnya hadir di tengah kepungan ekonomi yang tak menentu. Sebanyak 1.685 Kepala Keluarga (KK) di Desa Babakankaret, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, secara resmi menerima bantuan pangan bersubsidi dari Kementerian Ketahanan Pangan Republik Indonesia.

Bukan sekadar jatah sembako, program ini menjadi bukti tegas: negara hadir, negara memastikan rakyatnya tidak terhempas krisis.

Penyaluran yang rencananya digelar setelah pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bintek) pada Rabu sore atau Kamis (16/4/2026) itu akan berlangsung di Aula Desa Babakankaret. Meski masih dalam tahap persiapan, gelombang lega sudah terasa begitu kentara di kalangan warga.

Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dijadwalkan menerima jatah sebanyak 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Angka itu bukan tanpa perhitungan: paket tersebut merupakan akumulasi kebutuhan pokok untuk periode Februari dan Maret 2026. Artinya, ada kepastian pangan yang menutupi dua bulan ke belakang sekaligus—sebuah skema yang jarang terjadi dan sangat dinanti di tengah fluktuasi harga.

Kepala Desa Babakankaret, Isep Solihin, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya. Menurutnya, bantuan ini tidak hanya mengenyangkan perut, tetapi juga menenangkan pikiran.

“Warga kami sudah sangat menanti. Harga kebutuhan pokok terus naik dalam dua bulan terakhir. Bantuan ini seperti oase di tengah padang. Kami berterima kasih karena negara benar-benar mendengar keluhan warga di desa,” ujar Isep Solihin dengan nada haru saat ditemui di kantornya, Rabu (15/4/2026).

Ratusan warga diprediksi akan memadati lokasi penyaluran nanti. Setiap kepala keluarga akan membawa kupon berupa barcode sebagai tanda bukti. Aparat desa pun dikerahkan untuk menjaga jalannya distribusi agar tetap kondusif, tanpa menghilangkan nuansa kekeluargaan dan gotong royong khas masyarakat Cianjur.

Salah seorang warga, Ujang (52), mengaku baru pertama kali menerima bantuan akumulasi dua bulan sekaligus. “Biasanya per bulan, sekarang langsung dua bulan. Lega rasanya, apalagi minyak goreng lagi mahal-mahalnya. Semoga ini terus berlanjut,” katanya singkat.

Program bantuan pangan bersubsidi ini menjadi bagian dari strategi nasional Kementerian Ketahanan Pangan dalam menekan angka kerentanan pangan di daerah-daerah yang terdampak inflasi. Pemilihan Desa Babakankaret sebagai lokasi prioritas didasarkan pada data tingkat kerawanan pangan dan jumlah penduduk prasejahtera yang signifikan.

Dengan adanya kepastian jadwal dan volume bantuan ini, pemerintah berharap masyarakat dapat sedikit bernapas lega. Setidaknya, untuk beberapa pekan ke depan, satu persoalan utama telah menemukan jawaban: perut terisi, hati tenang, dan kepercayaan pada negara kembali terpaut erat.

Oding/jib