BuseronlineNews.com // Muara Teweh – Perusahaan yang bergerak dibidang minyak usaha minyak dan gas bumi diwilayah Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara Provinsi Kalimantan Tengah telah melaksanakan Program CSR atau PPM dibeberapa Desa.
Adapun 5 Desa tersebut antara lain Desa Luwe Hulu, Kecamatan Lahei Barat, Desa Rahade, Desa Muara Pari, Desa Karendan dan Desa Haragandang Kecamatan Lahei dengan besaran dana Rp. 350.000.000,00 (tiga ratus Lima Puluh Juta Rupiah) setiap Desa.
Dan setiap tahunnya Kepada Desa selaku pemegang Kontrak Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Medco Indonesia Bangkanai Ltd selaku pelaksana lapangan terkhusus di Desa Muara Pari, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah menunjuk Tim Pengelola Kegiatan (TPK) lapangan.
Dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2023 lalu di Desa Muara Pari Tim Pelaksana Kegiatan yang terdiri dari Sekretaris Desa dan Perangkat Desa lainnya khusus sebagai pelaksana program dengan membangun Gedung Sarang Walet, Pembangunan Tempat Tandin Air Bersih, pengecetan Gedung Posyandu, Renovasi Balai Basarah, Pelatihan 10 orang Driver.
Dan untuk tahun 2024 lalu pihak pelaksana lapangan program PPM dari Medco Indonesia Bangkanai LTD diduga tidak jelas lagi karena tidak pernah rapat dan diundang rapat kata Wakil Ketua BPD yang diutus mendampingi beberapa warga geruduk kantor Medco tanggal 12 Desember 2024 lalu.
Alhasil warga dan BPD diterima langsung oleh pihak Medco Indonesia Bangkanai Ltd langsung menjelaskan bahwa tahun anggaran 2024 Tim Pelaksa Lapangan melaksanakan kegiatan dan ada RAB nya.
Dan untuk tahun 2024 ini terang Idrus didampingi stap lainnya ada bantuan bibit secara kebetulan tahun ini dan sudah kami serahkan bibitnya terhadap pengelola,kemaren tahun 2023 bantuan bibit di Desa Karendan dan sekarang 2024 Desa Muara Pari tambahnya,tidak dibebankan dengan anggaran Rp. 350.000.000,00 (tiga ratus lima puluh juta rupiah) itu.
Saat mau diminta RAB dari Tim Pelaksana Desa Muara Pari pihak Medco menolak karena alasan rahasia dan tidak berani memberikan ke pihak lain.
Dengan mendengan demikian sehingga beberapa warga sangat kecewa cuman hanya datang mendengar ceritra saja kata salah satu tokoh masyarakat Parianto yang berada di ruang kantor Medco Muara Teweh.
Muliadi selaku wakil Ketua BPD pun menjelaskan dari tahun 2021 sampai dengan 2024 program PPM dari Medco ditopoli oleh Perangkat Desa dan Kepala Desa, rapat khusus membahas program hampir tidak pernah sehingga apa yang akan dibangun banyak warga tidak tau,” terangnya.
Dan kami pernah mengusulkan kata Parianto terhadap BPD agar Pengurus PPM atau CSR langsung dari warga namun sampai sekarang masih Perangkat Desa Muara Pari.
Adapun jumlah besaran dana yang masuk dari Medco untuk Desa Muara Pari terhitung yang dikelola Perangkat Desa sebesar Rp. 1,4 M atau (satu milyar empat ratus juta rupiah) namun bangunan dapat di perhitungkan dengan fakta yang ada.
Beberapa warga masyarakat Desa Muara Pari berharap langsung dihadapan pihak Medco Indonesia Bangkanai Ltd di Muara Teweh, agar PPM tahun anggaran 2025 di bagi per Rumah saja supaya langsung dinikmati masyarakat dan pengurus TPK nya diganti bukan terdiri dari Pemerintah Desa Muara Pari.
(Tim SKM Buser)







