Buseronlinenews

Ratusan Massa GP Ansor Cianjur Tuntut Realisasi Janji Kampanye Bupati

CIANJUR — Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Cianjur menggelar unjuk rasa secara damai untuk menagih janji kampanye Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, Kamis (20/11/2025). Aksi yang berlangsung tertib itu menyoroti sejumlah komitmen pemimpin daerah yang dinilai mangkrak.

Massa aksi berkumpul terlebih dahulu di Lapangan Prawatasari Joglo. Sebelum bergerak menuju halaman Pendopo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, para peserta yang didominasi pemuda dan pengurus lembaga pendidikan agama itu menggelar doa bersama untuk kelancaran aksi.

Dalam aksi tersebut, para pengunjuk rasa menyuarakan tiga tuntutan utama. Pertama, pemberian insentif bagi guru ngaji. Kedua, pencairan insentif bagi Ketua RT sebesar Rp 25 juta per tahun. Ketiga, pemberian bantuan untuk pesantren.

Mereka menilai janji-janji tersebut hanyalah “janji palsu” di masa kampanye yang hingga kini belum juga direalisasikan.

Koordinator Aksi, Fawaid Abdul Qudus, menegaskan komitmen massa untuk terus menekan pemerintah daerah. “Aksi ini tidak akan berhenti hanya sampai di sini. Kami akan terus bergerak dan menyuarakan hak-hak warga yang dijanjikan, sampai Bupati dan Wakil Bupati benar-benar merealisasikan komitmen mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Penggerak Aksi, Eka Pratama, mengungkapkan kekecewaan mendalam para pendukung dan penerima manfaat dari janji tersebut. “Rasa kecewa ini bukan hanya dari kami, tapi juga dari para guru ngaji, para Ketua RT, dan pengurus pesantren yang selama ini berharap. Janji politik harusnya dipertanggungjawabkan, bukan ditinggalkan begitu saja setelah kursi teraih,” kata Eka.

Meskipun massa aksi telah tiba di depan kantor bupati, baik Bupati maupun Wakil Bupati tidak hadir untuk menemui perwakilan massa. Ketidakhadiran kedua pemimpin daerah itu semakin menambah kekecewaan para pengunjuk rasa.

Aksi unjuk rasa ini berlangsung lancar dan tertib. Keamanan dan ketertiban di lokasi aksi dijaga ketat oleh aparat gabungan dari Kepolisian, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan instansi terkait lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Cianjur mengenai tuntutan yang disampaikan oleh GP Ansor tersebut.

HDS/Najib