Bengkalis – Pemerintah Desa Kelemantan Barat menggelar kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dan Kenakalan Remaja pada Jumat, 29 Agustus 2025. Acara kegiatan berlangsung di Aula Gedung Pertemuan Kantor Desa disambut antusias oleh masyarakat dari berbagai kalangan.
Kegiatan penting ini diselenggarakan melalui pendanaan ADD kurang bayar tahun 2024, sebagai bagian dari upaya desa meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman sosial yang kian mengkhawatirkan, terutama bagi generasi muda.
Acara turut dihadiri Pj Kepala Desa Kelemantan Barat Muhammad Nasir Rustam, S., Sekretaris Desa Edi Ismanto S., Pd.I, perangkat desa, staf, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Ketua BPD Meji S., Pd., para ketua dusun, RT/RW, Ketua TP-PKK, acara dihadiri sekitar 56 peserta lainnya.
Untuk memperkuat pemahaman masyarakat, Pemdes menghadirkan narasumber dari Polsek Bengkalis, yaitu Kapolsek IPTU Hendro Wahyudi, SH., MH. Beliau hadir bersama AIPTU Yozi Y. serta Bhabinkamtibmas BRIPKA Nandra Marden, yang selama ini aktif dalam pembinaan masyarakat desa.
Dalam penyampaiannya, Kapolsek Bengkalis memaparkan ancaman serius narkoba yang kini semakin meluas. Ia menjelaskan bahwa narkoba bukan hanya mematikan, tetapi juga merusak moral, pendidikan, serta masa depan pemuda yang menjadi harapan bangsa.
“Jika generasi muda kita hancur karena narkoba, hilanglah masa depan bangsa. Pemuda harus sadar, menjauhi narkoba adalah langkah pertama menuju kesuksesan,” tegas IPTU Hendro di hadapan peserta sosialisasi.
Ia menambahkan bahwa pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan aparat saja, melainkan membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat, terutama keluarga sebagai benteng pertama perlindungan anak.
Selain itu, Kapolsek juga menyoroti permasalahan KDRT yang masih terjadi dan sering tidak dilaporkan. Menurutnya, keluarga yang harmonis adalah kunci terbentuknya generasi yang cerdas dan berakhlak. Kekerasan hanya akan menciptakan trauma dan kehancuran dalam rumah tangga.
“Hindari pertengkaran. Jalin komunikasi, bangun kerukunan. Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat di rumah,” pesan Kapolsek.
Sementara itu, Pj Kepala Desa Kelemantan Barat Muhammad Nasir Rustam dalam sambutannya memberikan penekanan kepada para orang tua agar tak lelah memberikan nasihat kepada anak-anak di tengah perkembangan zaman yang serba cepat dan penuh risiko.

“Bapak dan ibu adalah pendidik pertama bagi anak. Jangan bosan memberikan bimbingan, terutama dalam urusan agama dan moral. Ini penting untuk masa depan mereka,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pembinaan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi merupakan kerja sama antara orang tua, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat demi menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Peserta aktif bertanya mengenai berbagai masalah yang mereka hadapi, mulai dari kekhawatiran terhadap pergaulan remaja hingga cara mencegah terjadinya kekerasan dalam keluarga.
Melalui sosialisasi ini, Pemdes Kelemantan Barat berharap agar masyarakat yang hadir dapat menyampaikan kembali pesan-pesan penting ini kepada lingkungan masing-masing, sehingga dampak positifnya dapat dirasakan secara lebih luas.
Acara ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan tangguh, serta menciptakan keluarga yang harmonis bebas dari kekerasan.
Dengan berakhirnya kegiatan, pemerintah desa menegaskan komitmennya untuk terus hadir melindungi warganya dari berbagai ancaman sosial, sekaligus memperkuat pondasi keluarga sebagai pusat pendidikan moral dan karakter bagi anak-anak.
Ditulis oleh wintoro







