Bantan – Pemerintah Desa Muntai Barat melalui Bumdes Bina Cipta Mandiri mengambil langkah besar dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Dana Desa tahun 2025. Sebanyak 4 hektare lahan resmi dibuka dan ditanami ubi kayu sebagai komoditas utama yang disepakati oleh masyarakat dalam musyawarah desa.
Kegiatan pembukaan dan penanaman perdana berlangsung pada bulan Juli yang lalu dengan melibatkan berbagai unsur penting desa maupun kecamatan. Momentum ini menjadi bentuk nyata semangat gotong royong dalam membangun ketahanan pangan secara mandiri di tingkat desa.
Acara tersebut turut dihadiri oleh PJ Kepala Desa Muntai Barat, Danlanal Dumai kolonel laut (P) Abdul Haris, Danposal Kecamatan Bantan, Polsek Bantan, Ketua Bumdes, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya yang dilakukan Bumdes dalam mengembangkan sektor pertanian unggulan.
Camat Bantan, Rafly Kurniawan S.IP., M.Si., juga hadir dalam kegiatan tersebut dan memberikan pendampingan langsung. Ia menilai langkah ini merupakan inovasi yang patut dijadikan contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Bantan.
PJ Kepala Desa Muntai Barat, Jayusni SE, Sy, menjelaskan bahwa pembukaan lahan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025. Aturan tersebut menekankan percepatan pembangunan, peningkatan rehabilitasi, dan pemeliharaan jaringan irigasi sebagai upaya mendukung swasembada pangan nasional.
Ia menegaskan bahwa pada tahun 2025 seluruh desa diwajibkan melaksanakan program ketahanan pangan berbasis Dana Desa. Ubi kayu dipilih karena merupakan tanaman yang murah biaya perawatan, mudah ditanam, dan memiliki masa panen yang relatif cepat, yaitu sekitar 7 hingga 8 bulan.
Selain daripada itu tanaman ubi kayu ini tidak membutuhkan perlakuan yang rumit. Dengan perawatan sederhana, hasilnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat, dalam satu batang umur normal diperkirakan diperkirakan hasilnya bisa mencapai tujuh sampai delapan kilo ” ujar Jayusni dalam sambutannya.
Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari proses penanaman, tetapi juga dari kemampuan desa mengembangkan hasil panen menjadi produk bernilai ekonomi. Ia berharap ubi kayu dapat diolah menjadi berbagai produk unggulan yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
Berbagai produk turunan seperti kue berbahan ubi, kerupuk, keripik, dan aneka cemilan diproyeksikan menjadi pilihan utama untuk dipasarkan di minimarket atau toko-toko sekitar Bengkalis. Potensi ini dianggap memiliki daya tarik pasar yang cukup besar mengingat tingginya minat masyarakat terhadap makanan olahan lokal.
Selain itu, pemerintah desa juga melihat peluang besar pada produksi tepung tapioka dari ubi kayu lokal. Pengolahan ini dinilai dapat membuka lapangan kerja baru dan memperkuat perekonomian desa jika dilakukan secara terstruktur melalui Bumdes.
Namun, Jayusni menekankan bahwa pengembangan produk olahan membutuhkan dukungan fasilitas memadai, salah satunya mesin produksi tepung. Ia berharap pemerintah daerah dapat membantu penyediaan alat tersebut agar kegiatan pengolahan dapat berjalan maksimal.
Bumdes Bina Cipta Mandiri disebut sebagai garda terdepan dalam memastikan program ketahanan pangan ini berjalan berkelanjutan. Dengan keterlibatan kelompok tani dan masyarakat, diharapkan proses mulai dari penanaman hingga pengolahan dapat dilakukan secara terpadu.

Sementara itu, Camat Bantan Rafly Kurniawan S,IP. M,SI. menyampaikan apresiasi atas usaha Desa Muntai Barat dalam menggerakkan ekonomi lokal melalui sektor pertanian. Ia menilai desa ini memiliki peluang besar untuk menjadi desa percontohan dalam pengembangan pangan berbasis potensi lokal.
Ia juga menambahkan bahwa langkah ini harus terus mendapatkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar keberlanjutan program dapat terjaga dan memberikan dampak positif dalam jangka panjang.
Program ketahanan pangan berbasis ubi kayu ini diharapkan menjadi penopang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Muntai Barat. Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah desa, Bumdes, serta masyarakat, Desa Muntai Barat optimis dapat menciptakan produk unggulan yang dikenal luas di Kabupaten Bengkalis.
Liputan wintoro







