Buseronlinenews

Bupati Cianjur Resmikan Rumah Makan Sate Keraton: Miniatur Kerajaan di Bumi Cianjur

CIANJUR – Suasana di Jalan Ir. H. Juanda No. 96, Cangklek Sukamanah Cugenang, terlihat istimewa pada Senin (20/7/2026). Bupati Cianjur, dr. Muhammad Wahyu Ferdian, secara resmi membuka sekaligus meresmikan Rumah Makan Sate Keraton, menandai hadirnya destinasi kuliner bernuansa budaya istana di tengah kota.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Ketua MUI Kabupaten Cianjur, para kepala OPD, Camat Cugenang, sejumlah kepala desa, serta para pelaku usaha dan pengusaha lokal. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap iklim investasi yang sedang berkembang pesat di Cianjur.

Dalam sambutannya, Bupati Wahyu Ferdian menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan investor yang kembali menanamkan modalnya di Cianjur. Menurutnya, kehadiran Rumah Makan Sate Keraton tidak hanya menambah ragam kuliner, tetapi juga menjadi bukti nyata transformasi birokrasi di daerah tersebut.

“Alhamdulillah hari ini Cianjur kedatangan lagi investor. Pak Haji Umar membuka usaha Sate Keraton. Kita doakan semoga semakin maju,” ujar Bupati. Beliau menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan suasana usaha yang sehat dan kondusif. Pemerintah Kabupaten Cianjur saat ini berkomitmen untuk mempermudah perizinan dan memastikan tidak ada lagi praktik pungutan liar (pungli) yang menyulitkan pengusaha.

“Kami memastikan saat ini Kabupaten Cianjur sudah bertransformasi. Tidak ada lagi yang mempersulit para pengusaha, dan jika ada yang ingin berusaha, secepatnya kami selesaikan perizinannya,” tegasnya. Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa kehadiran usaha ini diharapkan dapat menyerap tenaga kerja lokal. Dengan memiliki kurang lebih 30 karyawan, Rumah Makan Sate Keraton diharapkan menjadi roda penggerak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Pemilik sekaligus penggagas Rumah Makan Sate Keraton, H. Umar Said, menjelaskan bahwa konsep tempat ini adalah perpaduan antara cita rasa Nusantara dengan arsitektur kerajaan. Bangunan yang dilengkapi dengan fasilitas Paseban, Gazebo, Balekambang, dan Pipilen ini didesain sebagai miniatur keraton.

“Saya berpikir, kalau masyarakat ingin masuk ke Keraton tidak harus ke Jogja atau Solo. Di Cianjur sudah ada miniatur keraton yang semua orang bebas menikmatinya,” ungkap H. Umar Said.

Pengunjung yang datang tidak hanya dimanjakan oleh suasana istana, tetapi juga oleh sajian menu yang menggugah selera. Mengusung konsep 50% menu Jawa dan 50% menu nasional, rumah makan ini menyajikan berbagai hidangan seperti Sate (andalan), Sop Iga, Sop Buntut, Sop Kambing, Ayam Goreng dan Bakar, Paket Nasi, Nasi Goreng, Nasi Keraton Spesial, Gurame Goreng, Soto, hingga Lontong Keraton.

Bupati berharap kehadiran Sate Keraton dapat menjadi kebanggaan warga Cianjur dan destinasi kuliner yang mampu menarik wisatawan dari luar daerah.

“Mudah-mudahan ini bisa dinikmati bukan hanya untuk warga Cianjur, tapi juga luar Cianjur yang ingin merasakan nikmatnya Sate Keraton,” pungkas dr. Wahyu Ferdian.

Dengan lokasi yang strategis dan konsep yang unik, Rumah Makan Sate Keraton hadir untuk mengisi kebutuhan kuliner bergengsi sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, menjadi simbol harmoni antara investasi, budaya, dan kesejahteraan masyarakat Cianjur.

(Oding/Jib)