Pemberitaan Tidak Memenuhi Unsur, M. Toyib Merasa Dirugikan Hingga Lakukan Klarifikasi

BuseronlineNews.com // Maluku – M. Toyib Dan Rekan Rekannya Merasa nama baiknya dicemarkan atas pemberitaan yang dilakukan oleh salah satu oknum media online Maluku, akhir M. Toyib serta rekan rekanya mengundang beberapa media untuk melakukan klarifikasi demi memulihkan nama baiknya. Rabu (5/6/2024)

Sebagaimana dilansir dari salah satu oknum wartawan berinisial WSS pada salah satu media lokal dimaluku bahwa M. Toyib bersama Arya dan Dewa, telah terlibat dalam penyelundupan dan pengedaran cianida di tambang ilegal.

Ironisnya pada judul berita bahwa “Ini Dia M. Toyib, Salah Satu Kaki Tangan Dewa Pelaku Penyelundupan dan Pengedaran Cianida di Tambang Ilegal,” bahasa yang disampaikan oleh M. Toyib seakan akan bahwa M. Toyib sebagai bagian dari jaringan penyelundupan bahan kimia berbahaya.

Lebih lanjut, WSS juga menulis dalam surat pernyataan mengenai penggantian bahan kimia yang hilang, sementara menurut M. Toyib, bahan kimia tersebut dibawa oleh WSS sendiri.

“WSS mengarang cerita dalam pemberitaan di beberapa media lokal, menuduh dirinya sebagai kaki tangan Dewa dalam penyelundupan CN

Tidak hanya itu, WSS juga menyebut adanya dugaan keterlibatan beberapa oknum TNI dan Polri dalam mendukung bisnis ilegal bahan berbahaya tersebut. Namun, tuduhan ini juga dirasa tidak berdasar dan tanpa bukti yang kuat.

Terkait hal tersebut akhirnya M. Toyib dan rekan rekanya menyatakan sikap didepan rekan rekan Pers bahwa pemberitaan yang ditulis WSS dalam media onlinenya yang ditayang pada 1 Juni 2024,” adalah HOAX dan tidak memiliki fakta dan bukti hanya asumsi dan tuduhan yang merusak nama baiknya

Toyib maupun Arya juga membeberkan bahwa oknum WSS, selama berada di wilayah pertambangan emas ilegal Gunung Botak, seringkali bertindak seolah-olah dirinya bersih dari segala dosa dan noda.dan dugaan mereka juga WSS pun terlibat dalam bisnis bahan kimia berbahaya di wilayah tersebut.

Menutup Pernyataan ini M. Toyib dan rekan rekanya berharap agar nama baiknya dapat pulih kembali serta dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk selalu menyajikan berita yang berdasarkan fakta dan tidak merugikan pihak lain tanpa bukti yang jelas dan berita sebelum ditayang harus Dikonfermasi dahulu,” tambahnya.

(Cs)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.