Pelatihan Kerajinan Kain Flanel dan Buket Tingkatkan Kreativitas Pekerja Rokok

BuseronlineNews.com // KUDUS – Pelatihan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) bagi pekerja rokok masih terus berlanjut. Dari total 16 paket pelatihan yang diadakan di Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP RTMM) Kabupaten Kudus tahun ini, tinggal menyisakan dua paket pelatihan.

Sekretaris PC FSP RTMM Kudus, Agus Purnomo menjelaskan, dua paket keterampilan kerja yang masih berlangsung ini yaitu pelatihan kerajinan kain flanel dan buket. Pelatihan ini sendiri sudah mulai diadakan Senin (4/9) lalu.

Kedua pelatihan ini, kata dia, dan harapkan bisa meningkatkan kreativitas dan keterampilan para peserta. Sehingga, nantinya para pekerja rokok memiliki bekal untuk membuka usaha secara mandiri.

“Masing-masing kelas pelatihan diisi 16 orang peserta dari kalangan pekerja rokok maupun keluarganya. Pelatihan dipusatkan di gedung PC FSP RTMM selama 17 hari di bawah bimbingan instruktur profesional,” paparnya.

Ia menyebut, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja ini berdasarkan klaster kompetensi. Bekerjasama dengan UPTD BLK Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Kudus.

Pelatihan yang dikoordinir oleh PC FSP RTMM Kabupaten Kudus diantaranya seperti palatihan pengolahan ikan, menjahit pakaian anak, menjahit pakaian pria, barbershoap, tataboga, kerajinan, dan beberapa keterampilan lainnya.

Pihaknya memperkirakan dua pelatihan terakhir tahun ini bisa rampung pada bulan September. Selanjutnya akan dipantau dampak pelatihan yang sudah diberikan bagi kalangan pekerja rokok dan keluarga pekerja rokok.

“Dengan fasilitasi pelatihan ini, bisa menambah keterampilan pekerja rokok di Kudus. Supaya bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan tambahan penghasilan, misalnya membuat usaha,” harapnya.

Sekarsari, satu di antara peserta dari kalangan pekerja PT Djarum mengatakan, dari berbagai jenis pelatihan yang disediakan, dia tertarik mengikuti pelatihan pembuatan buket.

Dengan harapan, keterampilan yang dia dapatkan nantinya bisa diterapkan untuk menghasilkan karya yang bisa dijual. Sehingga ada tambahan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

“Dasarnya saya suka coba-coba buat karya. Pernah juga buat keterampilan yang mirip dengan ini (buket). Tapi masih sebatas coba-coba saja, butuh bimbingan dari pelatihan,” terangnya.

( JIMMY )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.